Jakarta, TopBusiness – Bertempat di auditorium Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Jumat (23/9/2022), Ketua Dewan Penasihat Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Benyamin De Haan memberikan pembekalan kepada 127 Calon Wisudawan Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta.
Acara pembekalan ini bersamaan dengan Yudisium Semester Genap Tahun 2021/2022 UPN Veteran Jakarta. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta Dr. Ir. Reda Rizal, B.Sc., M.Si., IPU., ASEAN., E.ng.,.
Di depan para calon wisudawan, Ben De Haan banyak memberikan motivasi dan bekal yang harus disiapkan ketika seseorang masuk dunia kerja ataupun bisnis.
Ben mengingatkan bahwa para calon wisudawan sebentar lagi masuk dunia nyata yang bisa sangat kejam. “Anda memasuki dunia nyata yang akan sangat kejam. Anda bisa tidak dihargai orang dan pulang dengan cucuran air mata. Jadi harus siap mental,” kata Ben yang juga redaktur ahli dan penasihat MSI Group ini.
Agar siap menghadapi tantangan tersebut, Ben menyampaikan soal pentingnya integritas, bela negara, profesional, responsif, inovatif, dan kejuangan atau persistant. “Ini nilai-nilai utama yang harus melekat di diri seluruh jajaran UPN Veteran Jakarta, terutama mahasiswa yang akan diwisuda ini,” tutur pengurus Lembaga Kajian Nawacita (LKN) ini.
Dalam kehidupan atau dunia nyata integritas di atas segalanya. Ada sembilan nilai integritas yang harus dimiliki seseorang jika ingin sukses, yakni jujur, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kerja keras, sederhana, berani, peduli atau empati dan adil.
“Anda membangun karya atau membangun usaha, kuncinya hanya satu kata yaitu integritas. Integritas kata akhirnya adalah kejujuran, jujur pada diri sendiri, bukan pada orang lain. Itu yang seringkali dilupakan orang,” ujar Ben.
Menurut Ben, hasil riset membuktikan bahwa lebih dari 78 persen orang yang berhasil itu karena mereka jujur. “Itu hasil penelitian, bukan kata Ben De Haan. Jadi diawasi atau tidak diawasi Anda harus jujur,” ucap Ben yang pernah dipercaya memimpin perusahaan dengan 3 ribu orang pekerja itu.
Nilai integritas berikutnya adalah tanggung jawab. Menurut Ben, tidak ada seorang pun yang bebas kalau dia tidak bertanggung jawab. Selanjutnya adalah disiplin. “Orang Indonesia paling lemah di disiplin,” tutur dia.
Menurut Ben, di atas integritas itu ada bela negara. Dia menyitir pernyataan mantan Presiden Amerika John F Kennedy bahwa jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kau berikan bagi negara. “Jadi bela negara ini penting, harus harmonis, toleransi dan damai untuk NKRI,” kata dia.
Selanjutnya adalah profesional atau menjadi pribadi teladan. Perkataan sama dengan tindakan. Sebagai seorang profesional, Ben menggarisbawahi bahwa masalah etika itu hal yang sangat utama.
“Dari hal paling sederhana misal Anda mau brangkat kuliah, menyapa orang tua atau cium tangannya itu adalah etika. Anda menghargai orang lain itu etika, Anda tidak mengambil bagian atau hak orang lain itu etika,” kata Ben yang juga komisaris PT CSL Group.
Bekal selanjutnya adalah inovasi, apalagi bagi orang yang berkecimpung di dunia industri harus punya inovasi. Kepada para calon wisudawan, Ben pun menanyakan adakah yang berencana membuka usaha sendiri. Untuk berbisnis, kata dia, dasarnya harus passion atau hasrat yang kuat.
“Mudah-mudahan materi kuliah kewirausahaan di UPN Veteran ini bisa ditingkatkan untuk membekali mahasiswa yang berpikiran out of the box ketika keluar mereka benar-benar siap menjadi seorang pengusaha,” tuturnya.
Menurut Ben, seorang yang bersikap profesional itu juga harus bersikap responsif, tidak menunggu instruksi atau petunjuk. Di dunia kerja, mereka yang akan menjadi supervisor, manajer, atau direktur adalah orang yang mau beyond call of duty atau bekerja melebihi panggilan tugasnya.
“Tapi kalau Anda tidak responsif terhadap tanggung jawab, siapa yang akan memberikan tanggung jawab. Kompetisi nanti akan lebih ketat di luar sana. Kita harus lincah beradaptasi,” tutur dia.
Lalu berikutnya adalah sikap kejuangan atau persistent. Sikap ini termasuk determinasi, gigih, ulet, pantang menyerah atau never give up. “Anda harus jadi orang yang gigih memperjuangkan masyarakat atau jadi orang yang gigih mengubah nasibnya. Yang mengubah nasib kita kan kita sendiri,” kata Ben.
Di akhir pembekalan, Ben mengingatkan sebuah kalimat filosofis bahwa langkah pertama itu memang sulit, tapi itulah yang terpenting. “Kalau anda duduk atau menunggu, tidak akan ada perubahan,” ujar Ben.
Materi pembekalan yang disampaikan Ben De Haan ini mendapat sambutan antusias dari para calon wisudawan. Terbukti dari beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh para calon wisudawan.




Terima kasih banyak ya Mas Ryan & rekan ( maaf lupa nama jangan marah ya Mas ); yang meliput… bagus sekali ulasan nya.
Sekali lagi an Dekan Dr.Reda dan pimpinan FT UPN Veteran Jakarta, kami haturkan terima kasih
Foto2 nya bagus Mas.
Titips alam dan terima kasih buat ysh Pak Lutfi..
Selamat malam Mas Nurdian, terima kaaih buat liputan nya yang lengkap dan bagus.
Salam sehat ya..
Keren Pak Ben
Keren Pak Ben, kasih bekal juga sikap bisnis yang bertanggun jawab Pak
Selamat siang Pak Nurdizal, terima.kasih apresiasi nya, salam sehat danbtetap semangat berbagi Pak Nur.. rindu jumpa ngobrol dan ngebul he he.😁🙏
Keren Pak Ben. Lain kali kalo pulang ke kampus perlu sambil bakar cerutu bersama ahli hisap di sana ya! 😁
Ayo Pak Ikhsan,bantu Almamater UKI dan UPN Veteran agar makkn berkoprah ” bertanggung jawab ” bagi kemajuan NKRI yang kita cintai.
Ditunggu undangan nya untuk ngobrol, ngopi dan ngasap bersama Pak Nurdizal, he he he..