Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan Selasa (27/09/2022) berpotensi turun tipis.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Turun Tipis Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Senin (26/9). DJIA -1,11%, diikuti S&P500 1,03%, dan Nasdaq 0,60%, yang diperkirakan masih disebabkan oleh kenaikan suku bunga, yang kemudian mempengaruhi pasar mata uang, dan kekhawatiran terjadinya situasi yang mirip krisis keuangan/ekonomi.
Stock futures terpantau agak stagnant. Data ekonomi AS per bulan Agustus yang dijadwalkan rilis hari ini adalah: Durable Goods Order (Cons: -0,4% MoM; Prev: 0%MoM); New Home Sales (Cons: 0,5jt; Prev: 0,511jt).
Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas melemah. CPO turun (5,97%) ke level RM 3.513/ton, nikel 5,33%, Brent (2,7%) menjadi USD 83,79/bbl, emas sedikit turun (1,09%), dan batu bara agak stagnan (-0,10%) di level USD 435/ton.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,71% ke level 7.127,5. Top leading movers emiten TLKM, BBRI, MEGA, sementara top lagging movers emiten GOTO, ASII, ADRO. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.364,8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.370,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 5,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ADRO (Rp 206,1 miliar), BBCA (Rp 168,6 miliar), dan ASII (Rp 159 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 83,6 miliar), PGAS (Rp 25 miliar), dan BUMI (Rp 24,9 miliar).
Penambahan kasus baru COVID-19 kemarin sebanyak 1.344 kasus, dengan positivity rate sebesar 4,87% (total kasus aktif: 19.288). Sebanyak 2.842 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 97,2%.
Bursa regional terpantau dibuka bervariasi cenderung menguat. Nikkei +0,57%, diikuti Kospi -0,23%, dan ASX200 +0,38%. “IHSG kami perkirakan mungkin bergerak agak melemah hari ini seiring sentimen bervariasi di bursa global, pasar komoditas, dan bursa regional,” demikian tertera.
