TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diprediksikan Turun

Agus Haryanto
28 September 2022 | 05:18
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan Rabu (28/09/2022) ini diprediksikan turun.

Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui laporan penelitian memperlihatkan judul IHSG turun hari ini.

Bursa AS ditutup bervariasi pada Selasa (27/9). DJIA -0,43%, diikuti S&P500 0,21%, dan Nasdaq +0,25%. Pasar menjadi semakin khawatir bahwa kebijakan suku bunga Fed yang agresif akan mendorong ekonomi ke dalam resesi. Kondisi ini diperparah oleh pernyataan beberapa pejabat Fed, termasuk Ketua Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang menyatakan dalam wawancara dengan WSJ bahwa ia dan rekan-rekannya ‘bersatu’ dalam mengambil langkah agresif untuk memerangi inflasi.

Dari depan data, beberapa data ekonomi AS yang dijadwalkan untuk dirilis di sisa minggu ini termasuk klaim pengangguran awal (kontra: 215 ribu, sebelumnya: 213 ribu) dan Indeks Harga PDB QoQ (kontra: 8,9% Sebelumnya: 8,3%). Imbal hasil UST 10Y melonjak menjadi 3,97%, dan indeks USD tercatat di 114,11.

Di pasar komoditas, minyak Brent naik +2,99%, sementara beberapa komoditas lainnya turun, antara lain emas (-0,32%), batu bara (-0,08%), CPO (-0,45%), dan nikel (-2,08%).

Bursa Asia ditutup menguat pada Selasa (27/9). Kospi +0,13%, Hang Seng +0,03%.

IHSG turun -0,21% menjadi 7,127, dengan net foreign sell sebesar Rp994 miliar. Investor asing mencatatkan net sell Rp 960 miliar di pasar reguler dan net sell Rp 34 triliun di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BBCA (Rp 295,3 miliar), diikuti oleh BBRI (Rp 210,4 miliar), dan TLKM (Rp 128,1 miliar). Sementara itu, aliran masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh PGAS (Rp50,4 miliar), disusul BMRI (Rp44,5 miliar), dan BIPI (Rp39,3 miliar). BMRI, ADRO, dan TBIG menjadi top leading mover, sedangkan BBCA, GOTO, dan TPIA menjadi top lagging mover.

BACA JUGA:   PTBA Tebar Dividen 90%, Terbesar dalam Sejarah

Sebanyak +1.976 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia kemarin, dengan tingkat positif 5,72%. Sedangkan pasien sembuh +2.070 (kasus aktif: 19.173).

Baik Kospi (-0,54%) dan Nikkei (-0,28%) dibuka lebih rendah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan turun lebih lanjut hari ini, sejalan dengan pergerakan pasar global dan regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Faktor Eksternal, Inflasi Tinggi dan Perlambatan Bayangi Pemulihan Ekonomi

Next Post

Sebagai Market Leader, Prudential Syariah Berkomitmen Percepat Literasi Keuangan Syariah melalui Sharia Knowledge Centre

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR