Jakarta, TopBusiness—Indonesia-Japan Business Forum on Sustainable Palm Oil Biomass Industry, yang terselenggara atas kolaborasi bersama Kementerian Perindustrian, ITPC Osaka, Atase Perdagangan, dan Atase Perindustrian KBRI Tokyo, menghasilkan sejumlah hal.
Digelar belum lama ini, di forum itu telah ada perjanjian kerja sama industri-perdagangan komoditas cangkang sawit. Dalam keterangan tertulis dari Kementerian Perindustrian RI hari ini, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, menjelaskan bahwa bahwa dari situ ada total nilai kerja sama ekonomi sekitar USD135,2 juta per tahun.
Yang bekerja sama itu adalah dari PT Jatim Propertindo dengan Hanwa & N. Taiheyo Cement; PT Eka Sapta Paramita Energi dengan Semec dan Iwatani; PT Bersaudara Natural Energi dengan Thomas International. Co. Ltd dan PTT Pacific; PT Biomas Andalan Indonesia Baik dengan PTT Pacific; serta PT Inti Persada dengan Thomas International Co. Ltd.
Forum bisnis ini bertujuan mempromosikan aspek sustainability produk cangkang sawit asal Indonesia, dan merupakan peluang masuknya investasi industri pengolahan lanjut Biomassa di Indonesia.
“Pasar ekspor produk industri biomassa cangkang sawit asal Indonesia diharapkan dapat berkembang untuk mendukung program hilirisasi industri kelapa sawit nasional,” kata Eko.
Ketua Umum Apcasi (Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia), Dikki Ahmar, mengemukakan bahwa dalam hal aspek keberlanjutan produk kelapa sawit asal Indonesia, para pelaku usaha industri cangkang sawit telah menjalankan prinsip ramah lingkungan dan lestari berkelanjutan, termasuk juga membangun perekonomian masyarakat di daerah produsen cangkang sawit.
“Saat ini aspek keberlanjutan menjadi sangat penting karena semakin banyak negara pembeli produk hilir kelapa sawit, termasuk cangkang sawit, mensyaratkan sertifikasi keberlanjutan atas produk perkebunan kelapa sawit seperti RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil),” tuturnya.
