
Jakarta-Thebusinessnews. Manajemen PT Blue Bird Tbk(BIRD) mengepreasi investor pasar modal, khususnya investor yang memiliki saham BIRD. Pasalnya, Jika dibanding pergerakan harga sejak pencatatan saham perdana akhir 2014 hingga saat ini tidak terlalu fluktuatif.
Dan jika dibanding dengan emiten serupa yakni PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengalami penurunan tajam dari level Rp 700 an diawal tahun 2015 dan sore ini ditutup pada level Rp 212 perlembar saham. Sementara BIRD konsisten dikisaran Rp 6000 an, disaat IPO ( initial publik ofering) dibuka pada Rp 6500 sementara pada penutupan sore ini di pada level Rp 6100 perlembar.
Sebagaimana diketahui fluktuasi harga saham TAXI belakangan ini disebabkan adanya kompetisi tak berimbang dari taksi online. ” Transaksi saham kami masih berjalan wajar,naik atau turun merupakan hal wajar tergantung fundamental dan sentimen pasar.” Ujar Direktur BIRD, Sigit Priawan Djokosoetono di Jakarta, Jumat,(18/3/2016).
Ia melanjutkan, pergerakan saham BIRD yang tidak fluktuatif menjadi dasar BIRD belum sempat di suspend. Hal ini disebabkan investornya terdiri dari investor jangka panjang dan harian secara berimbang.” Investor kami mengerti dengan permasalahan yang masih abu abu ini.” Terang dia
Namum ia berharap pemerintah pemerintah segera menyelesaikan persoalan kompetisi tak berimbang antara taksi berijin dan taksi tak berijin berbasis online. ” Kami harap pemerintah menciptakan persaingan yang sehat.” Harap dia. ( az)