TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Potensi Industri e-Commerce Capai US$ 436 Miliar, Ini Jadi Daya Tarik Saham Blibli

Busthomi
18 October 2022 | 20:56
rubrik: Capital Market
Potensi Industri e-Commerce Capai US$ 436 Miliar, Ini Jadi Daya Tarik Saham Blibli

Jajaran manajemen Blibli saat memberikan paparan publik terkait rencana IPO Blibli, di Jakarta, Selasa (18/10/2022). FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Industri e-commerce ke depannya menyimpan potensi yang sangat besar mencapai US$436 miliar. Kondisi itu membuat manajemen dari Blibli bersama anak usahanya yakni tiket.com dan Ranch Market  menilai aksi penawarn umum perdana saham perseroan bisa berjalan sukses.

Menurut CEO tiket.com, George Hendrata menambahkan, sebagai pionir Online Travel Agent (OTA) di Indonesia, tiket.com mengukuhkan kepemimpinnya di segmen travel dan lifestyle yang membawa nilai tambah bagi ekosistem.

“Travel dan lifestyle adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Lewat ekosistem terpadu ini, kami percaya dapat semakin memenuhi kebutuhan pelanggan saat mereka sibuk dengan kesehariannya,” ucap George, di Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Di tempat yang sama, disebut CFO Tiket.com Ronald Winardi, dengan sinergi emiten grup Djarum di pasar modal, Ranch Market, dan Tiket.com akan memperbaiki kinerja keuangan perseroan. Apalagi, bisnis serupa di luar negeri juga berhasil mencatat kinerja dan antusiasme investor yang positif.

“Ke depan akan menjadi lebih baik. Ada banyak bisnis modal yang profit di perusahaan terbuka yang cukup besar. Kita mau dari Indonesia punya performa yang sama,” ungkap Ronald.

Ditegaskan Ronald, jika melihat tiga hingga empat tahun ke belakang, Ranch Market dan Tiket.com memiliki optimisme yang sama. Maka dari itu, dia yain terdapat peluang dan potensi pasar yang besar melalui ekosistem ini. “Dengan ini ada peluang customer, ada berbagai cara. Ada service, ada goods. Dari omnichannel tesebut, makanya kami optimis,” imbuhnya.

Diejaskannya, selain aspek fundamental yang mumpuni, langkah Blibli semakin optimis dengan potensi pertumbuhan pasar di Indonesia. Menurut riset dari Frost & Sullivan dan Euromonitor, jumlah potensi pasar (Total Addressable Market/TAM) industri e-commerce Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan bertumbuh hingga US$436 miliar. Potensi tersebut menjadi prospek bagi ekosistem Blibli.

BACA JUGA:   Pefindo Kerek Peringkat SIG, Kondisi Keuangan Sehat dengan Prospek Pasar Kuat

Selajutnya, permintaan akan grosir mengambil porsi terbesar pada TAM industri e-commerce senilai US$ 245 miliar. Hal ini menjadi keunggulan Blibli melalui ekosistem e-groceries omnichannel bersama Ranch Market.

“Adapun untuk kontribusi layanan perdagangan (commerce) diproyeksikan tumbuh hingga US$ 150 miliar, yang mana dapat diserap oleh layanan Blibli. Sementara sector travel dan lifestyle diprediksi menyumbang US$ 41 miliar terhadap potensi pasar di Indonesia,” jelas dia.

Tags: Blibliindustri e-commerceipopasar modal
Previous Post

Perekonomian Indonesia Positif, Blibli Opimistis IPO Berjalan Sukses

Next Post

Tren Surplus Perdagangan RI Diprediksi Akan Berlanjut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR