TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melemah

Agus Haryanto
20 October 2022 | 03:22
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (20/10/2022), berpotensi melemah.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.

Bursa AS semalam ditutup melemah, ditandai dengan DJIA -0,33%, S&P500 0,67%, dan Nasdaq 0,85%. Pasar mendapat tekanan dari lonjakan yield US Treasury (4,136%, tertinggi sejak Juli 2008), yang mengindikasikan bahwa masih ada ketakutan di pasar terkait resesi.

Kemarin, saham Tesla melemah 4,5%, setelah emiten teknologi tersebut merilis laporan keuangan 3Q22, yang menunjukkan angka pendapatan kuartalan di bawah perkiraan pasar. Nasdaq futures terpantau agak turun (0,49%), DJIA futures cenderung stagnan (-0,04%), dan S&P500 futures turun tipis (0,26%). Jadwal rilis data ekonomi di malam ini: Existing Home Sales bulan September (Cons: 4,7jt; Prev: 4,8jt).

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent naik 2,6% menjadi USD 92/bbl, begitu juga CPO (2,7% ke RM 4.118/ton). Batu bara turun (1,1% menjadi USD 389/ton), dan juga emas (1.4%). Sementara itu, nikel menguat 0,8%.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,38% ke level 6.860,4. ASII, UNVR, dan ARTO menjadi top leading movers, sementara TLKM, AMRT, dan GOTO menjadi top lagging movers. Investor asing kemarin mencatatkan total net buy sebesar Rp 93,8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net sell Rp 124,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 218.1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNVR (Rp 119,3 miliar), disusul ARTO (Rp 45,4 miliar), dan UNTR (Rp 33,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 81,2 miliar), disusul BBRI (Rp 72,9 miliar), dan TLKM (Rp 46,8 miliar).

BACA JUGA:   BNI Sekuritas: Ada Potensi IHSG Mendatar, Koleksi Saham Ini

Terdapat penambahan 2.390 kasus baru COVID-19 kemarin, dengan positivity rate sebesar 7,4% (total kasus aktif: 18.504). Sebanyak 1.408 pasien sembuh dengan recovery rate sebesar 97,3%.

Investor akan memonitor pengumuman suku bunga sore ini (SSI: 4,50%; Prev: 4,25%). “IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah seiring sentimen global dan regional, walau pergerakan mungkin akan tergantung dari keputusan suku bunga dari Bank Indonesia sore nanti,” demikian tertulis.

Bursa Asia terpantau dibuka melemah, Nikkei 0,87%, diikuti Kospi 0,3%, dan ASX200 0,87%.

Previous Post

RUPSLB Prodia Tunjuk Komisaris Independen Baru

Next Post

Saham Hari Ini: MD Pictures, Bank Pan Indonesia, Unilever

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR