TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investor Harus Tahu, Momentum Kebangkitan BUMN Dinilai Sejak Tahun Ini

Busthomi
20 October 2022 | 11:03
rubrik: Capital Market
Restrukturisasi BUMN, Komitmen PPA Selamatkan Tenaga Kerja

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Rangkaian State-Owned Enterprises (SOE) International Conference telah sukses digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 17 Oktober sampai dengan 18 Oktober 2022.

SOE International Conference mengangkat Driving Sustainable & Inclusive Growth, yang merupakan salah satu dari agenda Road to G20 dari Trade, Industry and Investment Working Group (TIIWG).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT BNI Sekuritas turut menyukseskan rangkaian acara tersebut sebagai sponsor. Bersama dengan Kementerian BUMN, BNI Sekuritas turut menyusun acara corporate day dan business matching.

Dalam hal ini, BNI Sekuritas memfasilitasi perusahaan-perusahaan BUMN untuk melakukan presentasi ke investor untuk melakukan update kinerja perusahaan, serta mencari investasi terhadap proyek-proyek yang sedang dijajaki.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tamu penting, mulai dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, CEO China International Capital Corporation Singapore Stephen Ng, hingga Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan prospek BUMN akan terus membaik seiring pulihnya perekonomian pasca mengalami puncak gelombang pandemi Covid-19. Ini tercermin dari angka pendapatan BUMN yang naik 18,8% secara year-on-year (yoy), dimana tahun 2021 pendapatan konsolidasi BUMN mencapai Rp 2.295 triliun atau setara US$ 160 miliar.

Dari sisi bottom line, laba konsolidasi BUMN tumbuh 838%, dari semula Rp 13 triliun atau US$ 892 juta pada 2020 dan menjadi Rp 124,7 triliun atau setara US$ 9 miliar. Kinerja BUMN pun diyakini masih akan terus bertumbuh, dimana pada tahun ini, Erick menargetkan laba konsolidasi BUMN akan mencapai lebih dari US$ 10 miliar.

BACA JUGA:   Hingga Akhir Tahun, BMRI Yakin Target Kinerja Tercapai

Keberhasilan BUMN dalam mencetak kinerja ciamik tidak terlepas dari transformasi yang dilakukan. “Sejak 2019, kami melakukan transformasi yang saat ini sudah mencapai 80%.”

“Dalam satu setengah tahun ke depan akan mencapai 100% seperti yang sudah kami targetkan,” terang Erick dalam pembukaan State Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali, Senin (17/10) lalu.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Luhut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran strategis dan vital dalam pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia pasca pandemi.

Perbaikan kinerja BUMN menjadi salah satu pendorong peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan mencatatkan peningkatan hingga 35% sepanjang 2022.

Kinerja BUMN pun diproyeksi masih akan solid ke depan. Hal ini didukung oleh sejumlah sentimen yang akan mendorong kinerja BUMN.

Misalkan, harga komoditas yang saat ini masih solid akan meningkatkan kinerja BUMN tambang. Meningkatnya minat kredit masyarakat akan menguntungkan BUMN di sektor perbankan.

Sementara geliat pembangunan infrastruktur dan proyek ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur akan membawa angin segar bagi perusahaan BUMN di sektor konstruksi.

Pertumbuhan minat masyarakat untuk berinvestasi juga akan meningkatkan kinerja BUMN di sektor jasa keuangan. Dengan pasar modal Indonesia yang terus bertumbuh, BNI Sekuritas meyakini prospek bisnisnya masih akan baik ke depan, baik untuk segmen brokerage maupun underwriting.

Sebagai anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), BNI Sekuritas telah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong kinerja sampai akhir tahun.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan di antaranya meningkatkan akuisisi tier-A investment management companies, berfokus pada proyek merger dan akuisisi (M&A) dengan imbal hasil tinggi (high yield), serta diversifikasi pada transaksi obligasi primer dan sekunder.

BACA JUGA:   Pengembangan Energi Arus Laut, Direspons Bagus

Investment Banking BNI Sekuritas juga aktif menggarap sejumlah proyek prestisius, di antaranya membantu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam penerbitan Green Bond, menjadi kepala penasihat (lead M&A advisor) dalam akuisisi Bank Mayora oleh Bank BNI, hingga membantu penerbitan Global Bond PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

BNI Sekuritas juga membantu menyukseskan sejumlah perusahaan untuk menggelar IPO, di antaranya PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Melalui aplikasi BIONS, BNI Sekuritas juga terus melakukan transformasi digital guna memudahkan dan menarik masyarakat dalam berinvestasi.

“Dengan membaiknya kondisi pandemi serta masih solidnya indikator makroekonomi, kami meyakini kinerja BUMN dan anak usahanya akan semakin baik tahun ini, termasuk kinerja BNI Sekuritas,” tandas Agung Prabowo selaku Direktur Utama BNI Sekuritas dalam siaran pers, Kamis (20/10/2022).

Tags: bni sekuritasbumninvestor sahamKebangkitan BUMN
Previous Post

DAHANA Gelar Pengobatan Gratis di Pekan TJSL

Next Post

BUMN dan Pemprov DKI Bangun Sinergi untuk Transportasi Umum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR