TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melemah

Agus Haryanto
21 October 2022 | 04:45
rubrik: Ekonomi
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (21/10/2022) ini, berpotensi melemah.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.

Bursa AS semalam ditutup melemah, DJIA -0,3%, diikuti S&P500 0,8%, dan Nasdaq 0,6%. Meskipun beberapa emiten melaporkan kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi (diantaranya AT&T dan IBM), pasar mendapat tekanan dari kenaikan yield US Treasury seiring dengan kekhawatiran investor terkait dampak kebijakan suku bunga agresif The Fed guna menekan inflasi.

Selain itu, terdapat beberapa data ekonomi yang rilis kemarin malam, salah satunya initial jobless claim (214 ribu) yang turun dibanding pekan sebelumnya (226 ribu) dan di bawah perkiraan konsensus (230 ribu).

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi; minyak flat 0,0% ke level USD 86/bbl, batu bara +0,7% ke level USD 396/ton, nikel 0,7% menjadi USD 22.196/ton, emas -0,1% menjadi USD 1.633/ toz.

Bursa Asia kemarin ditutup melemah, Hang Seng 1,4%, Nikkei 0,9%, Kospi 0,9%, dan Shanghai 0,3%.

Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 1,8% ke level 6.981, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 861 miliar dan di pasar negosiasi Rp 13 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 297 miliar), BMRI (Rp 128 miliar), dan ADRO (Rp 121 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh AMRT (Rp 50 miliar), KLBF (Rp 48 miliar), dan ASII (Rp 42 miliar). Top leading movers adalah BMRI, TLKM, BBCA dan top lagging movers adalah ASII, CPIN, SMMA.

Terjadi penambahan 2.307 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 3,7% (recovery rate: 97,3%, kasus aktif: 18.919).

BACA JUGA:   TPA Regional  untuk Mendukung Kualitas Lingkungan

Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Kospi 0,33% dan Nikkei 0,38%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.

Previous Post

Pemerintah Berhasil Redam Inflasi dengan Benahi Rantai Pasok Berbasis Teknologi

Next Post

Erick: Kita Buka Ruang Sebesar-besarnya untuk UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR