TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Menguat

Agus Haryanto
25 October 2022 | 05:54
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (25/10/2022), berpotensi kembali menguat.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Kembali Menguat.

Bursa AS semalam ditutup menguat, DJIA +1,34%, diikuti S&P500 1,19%, dan Nasdaq 0,86%. Penguatan bursa AS ditopang dari mulai diterimanya kebijakan agresif The Fed guna menangkal inflasi. Laporan dari S&P Global menunjukkan adanya kontraksi aktivitas bisnis pada bulan ini, yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga bank sentral memberikan efek yang diharapkan. Ke depannya, bank sentral diharapkan dapat mulai memperlambat tempo kenaikan suku bunga.

Pekan ini, investor masih berfokus pada earnings sejumlah perusahaan teknologi untuk mendapatkan gambaran terkait kondisi ekonomi AS.

Dari pasar komoditas, nikel naik 0,25%, dan emas tercatat turun 0,08%, begitu juga batu bara (1,65%). Sementara itu, harga minyak Brent turun 0,29% menjadi USD 84,80/bbl.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,50% ke level 7.053,0. Top leading movers emiten BBCA, BBRI, BBNI, sementara top lagging movers emiten GOTO, BMRI, TBIG. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 14 triliun. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 963,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 432,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 446,1 miliar), TLKM (Rp 155,6 miliar), dan BMRI (Rp 143 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ACES (Rp 54,3 miliar), AMRT (Rp 19,3 miliar), dan INTP (Rp 17,4 miliar).

Terjadi penambahan 1,848 kasus baru COVID-19 di hari Senin (25/10) dengan positivity rate sebesar 9,1% (total kasus aktif: 18.685). Sementara itu, 2.378 pasien telah sembuh (recovery rate: 97,3%).

BACA JUGA:   Bursa Regional Jeblok, IHSG Justru Naik 11,9 Poin

Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka menguat: Nikkei 0,66%, Kospi -0,08%; ASX200 +0,42%. “IHSG kami perkirakan bergerak menguat hari ini, didukung penguatan di pasar global dan regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Pemerintah Harus Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan untuk Tumbuhkan Kepuasan Publik

Next Post

Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR