Jakarta-Thebusinessnews.Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk( BBRI) mengaku telah menyalurkan KUR ( Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp 20,27 triliun, angka itu terhitung per 21 Maret 2016. Sehingga BRI masih harus menyalurkan senilai Rp 47,23 triliun sampai akhir tahun 2016.
Direktur Utama BBRI,Asmawi Sjam menyampaikan tahun 2016 BRI kebagian jatah penyaluran program KUR berbunga 9 persen dengan total Rp 67,5 triliun, namum hingga saat ini telah tersalurkan 40 persenya.” Seharusnya saat ini baru 16 persen tapi kami telah sampai ke porsi 40 persen dari penugasan penyaluran KUR .” Ujar dia di Jakarta,Rabu(23/3/2016.
Dengan capaian itu kata dia,penugasan dari pemerintah itu akan rampung sebelum akhir tahun 2016. Guna mencapai target tersebut pihaknya menerapkan teknologi LAS atau Loan Aprroval Sistem,dimana agen penyalur KUR mendatangi pasar dan sentra pelaku usaha mikro dan kecil dengan sistem ini dapat langsung disetujui.
Disamping itu kata Sjam, BRI juga menambah jumlah pemasar KUR.Tambahan tenaga ini justru datang dari anak pedagang pasar yang telah memahami demografi dan karakteristik calon penerima KUR. ” Kami merekrut anak pedagang pasar yang tahu potensi pasar tempat dia tinggal.” Ujar dia.
Sedangkan bagi tenaga atau agent penyalur KUR ditantang untuk bekerja pada hari Sabtu dan Minggu, “Mereka yang punya tenaga lebih dipersilakan mencari nasabah pada hari libur, tentunya dengan dengan uang lembur yang memadai.” Terang dia
Sementara itu,Wakil Direktur Utama BBRI, Sunarso menyatakan hingga saat ini ratio kredit bermasalah segmen KUR masih terkendali.” Masih dikisaran 2 persen.” Ujar dia.sembari menambahkan dengan program ini akan mengalihkan nasabah mikro dari bank bank lain yang masih berbunga tinggi ke program KUR.(az)