Jakarta-Thebusinessnews.Belakangan ini banyak calon emiten tidak melanjutkan proses penawaran saham perdana atau IPO ( initial publik offering ) karena menemuai jalan buntu dalam penetapan harga. Untuk itu calon emiten diminta lebih korporatif dengan calon investor dalam menetapkan harga sahamnya.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia(BEI), Tito Sulistio di Jakarta,Kamis(23/3/2016).”Misalnya target pencarian dananya Rp 1 triliun ,
Kasih dong investor untuk cari untung dengan menurunkan harga saham awalnya sehingga nantinya dana hasil IPO hanya Rp 900 miliar.apalagi pasar tidak terlalu baik” Harap dia.
Ia melanjutkan,tawar menawar penentuan harga saham awal memang sering alot dan butuh waktu lama.Sebagai contoh, saat PT Garuda Indonesia Airline Tbk ( GIAA) membutuhkan waktu enam bulan dalam penentuan harga. ” Setelah ketemu harga malah laporan keuangan kadaluarsa sehingga mereka harus menyampaikan laporan keuangan audited lagi.” Ujar dia.
Selain itu kata Tito, persoalan hukum juga kerap menghambat proses IPO.Karena panjangnya proses tersebut, ia sedangn membicarakan hambatan itu dengan OJK .” Kami sedang mencoba digitalisasi proses IPO dan proses pengajuanya berbarengan dengan OJK dan BEI.” Ujar dia. (Az)