Jakarta, TopBusiness—Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Dudi Dermawan menyatakan, jumlah fintech (financial technology) di Indonesia tumbuh pesat dengan transaksi yang terus berakselerasi.
“Pertumbuhan ini tidak terlepas dari upaya dan peran asosiasi fintech serta berbagai asosiasi terkait lainnya,” kata Dudi dalam keterangan tertulis untuk wartawan pagi ini.
Kolaborasi dan sinergi antara regulator dan fintech perlu terus diperkuat untuk mendukung dan mengawal berbagai inisiatif strategis dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi dan integrasi keuangan serta mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. “Dalam kaitan ini, penyelenggaraan kegiatan IFS (Indonesia Fintech Summith) 2022 pada 10-11 November 2022 di Bali. menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi dan sinergi tersebut.”
Dalam penyelenggaran IFS tahun ini, BI bersama Aftech (Asosiasi Fintech Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengangkat berbagai tema yang masih sejalan dengan topik pada Presidensi G20 Indonesia.
Dudi menambahkan, “Presidensi G20 Indonesia mengangkat pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment) sebagai salah satu agenda prioritas. Dalam mewujudkannya, interoperabilitas yang dicapai melalui kerja sama lintas batas internasional perlu diperkuat di tengah peningkatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, termasuk percepatan digitalisasi menuju inklusi ekonomi-keuangan, remitansi, perdagangan ritel, dan UMKM.”
Keterangan tertulis itu menyebutkan bahwa bertepatan dengan momentum G20 dan B20, IFS 2022 akan berpusat pada daya tahan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan. Tema yang diusung pada IFS 2022 adalah “Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability”.
