Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (10/11/2022) ini, berpotensi mengalami pelemahan poin.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup mayoritas melemah. DJIA -2,0%, S&P500 2,1%, dan Nasdaq 2,5%, di tengah ketidakpastian hasil midterm election. Selain itu, pelaku pasar juga akan menunggu beberapa data ekonomi yang akan rilis di hari ini, seperti inflasi dan jobless claim.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi, minyak turun 3,5% ke level USD 86/bbl, diikuti batu bara 7,2% ke level USD 300/ton, nikel +3,6% menjadi USD 24.730/ton, sedangkan emas -0,1% menjadi USD 1.713/ toz.
Bursa Asia kemarin ditutup bervariasi. Kospi +1,1%, Hang Seng -1,2%, menyusul Shanghai 0,5%, dan Nikkei 0,6%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup +0,3% ke level 7.070, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 324 miliar dan di pasar negosiasi Rp 26 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 97 miliar), BBNI (Rp 73 miliar), dan BBRI (Rp 66 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh TLKM (Rp 119 miliar), ITMG (Rp 47 miliar), dan UNVR (Rp 37 miliar). Top leading movers adalah GOTO, BBCA, BBRI dan top lagging movers adalah ADRO, TLKM, PTBA.
Terjadi penambahan 6.186 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 19,9% (recovery rate: 96,8%, kasus aktif: 43.797).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Kospi 0,8% dan Nikkei 0,9%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.
