Jakarta, TopBusiness—Perusahaan publik yang bergerak di bidang pertanian, Jaya Agra Wattie, berencana mendapatkan pinjaman sebesar Rp1 triliun dari Sarana Agro Investama (SAI), yang merupakan pemegang saham sebesar 79,99%. Pinjaman dari pemegang saham utama tersebut, akan diberikan secara bertahap.
Dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, direksi Jaya Agra Wattie menjelaskan sejumlah hal. Antara lain bahwa pinjaman tersebut tidak dikenai bunga atau pun jaminan.
Pinjaman itu diberikan karena kondisi keuangan Jaya Agra Wattie. Dalam hal ini, ketersediaan kas dan tingkat likuiditas perusahaan tersebut, cukup rendah. Sehingga memerlukan tambahan dana untuk dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat memertahankan kelangsungan bisnis.
Pinjaman itu tanpa beban bunga dan tanpa jaminan, sehingga akan meringankan beban keuangan Jaya Agra Wattie.
Kemudian, keterbukaan informasi itu pun menjelaskan bahwa Jaya Agra Watie tidak boleh menggunakan dana pinjaman itu untuk keperluan lain. Jangka waktu pinjaman itu yakni delapan tahun.
Adapun cara menyelesaikan pinjaman itu dengan sejumlah cara. Pertama, konversi pinjaman menjadi saham Jaya Agra Watie, sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk emiten atau pun perusahaan publik.
Kedua, menyelesaikan pinjaman itu dengan cara tunai, baik sebagian atau pun seluruhnya.
