Jakarta, TopBusiness – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi pada 2023 bisa mencapai Rp1.400 triliun. Angka tersbeut lebih tinggi dari target investasi tahun ini Rp 1.200 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui beratnya target tersebut terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Jika dibandingkan dengan era pandemi yang bisa dilalui dengan susah payah, tantangan di 2023 akan jauh lebih berat.
“Pada 2023 bukan hanya persoalan pandemi, tapi juga persoalan kondisi ekonomi global yang sangat tidak baik-baik saja, sangat gelap,” kata Bahlil dalam konferensi pers seperti dikutip, Jumat (11/11/2022).
Untuk target realisasi investasi tahun 2022 ini, Bahlil optimistis target tersebut bisa tercapai. “Alhamdulillah, sudah mencapai Rp892,4 triliun atau 74,4 persen (dari target). Ini adalah angka yang insya Allah saya janjikan akan tercapai di akhir tahun sebesar Rp1.200 triliun,” katanya.
Menurut Bahlil, realisasi investasi yang tumbuh positif, khususnya di triwulan III 2022 itu juga turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di periode yang sama hingga mencapai 5,72 persen. Terlebih realisasi investasi saat ini sudah semakin berimbang tidak hanya di Jawa saja tetapi juga di luar Jawa.
Mengenai strategi untuk mencapai target investasi 2023, Bahlil mengaku baru akan bisa menentukan strategi pascaperhelatan KTT G20, tepatnya setelah melakukan pertemuan dan komunikasi dengan investor global dan sejumlah kolega pemerintahan negara lainnya.
Hal itu lantaran negara-negara G20 menguasai 80 persen ekonomi dunia, memegang 75 ekspor dunia serta memiliki 60 persen populasi dunia.
“Kami sudah ada beberapa langkah antisipatif, khususnya terkait apa yang akan dilakukan di 2023,” katanya.
