Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup melemah. DJIA -0,63%, diikuti S&P500 0,89%, dan Nasdaq 1,12%. Pelemahan bursa AS disebabkan adanya pernyataan dari The Fed bahwa peningkatan suku bunga acuan kedepannya akan tetap dilakukan untuk menekan inflasi, walaupun dari segi peningkatan suku bunga acuan akan lebih lambat ke depannya.
Untuk hari ini investor juga menanti rilis data PPI yang akan menjadi tolakukur wholesale inflation serta untuk minggu ini earnings season juga masih akan berlanjut, terutama untuk sektor retail. Walmart dan Home Depot akan merelease results pada hari rabu, sedangkan Target, Lowe’s, Bath and Body Works, Macy’s, Kohl,s dan Foot locker juga akan release dalam minggu ini.
Dari pasar komoditas, CPO turun 4,24% ke RM4.108/ton, nikel naik 5,97%, emas 0,42%, batu bara meningkat (3,17%). Sementara itu, harga Brent tercatat turun (3,47%) menjadi USD85,87/bbl.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,98% ke level 7.019,4. Top leading movers emiten AMRT, MDKA, CPIN sementara top lagging movers emiten TLKM, GOTO, BBRI. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp1,03 triliun. Pasar reguler asing mencatatkan net sell Rp 1,12 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 89,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 360,6 miliar), BBRI (Rp 323,7 miliar), dan ASII (Rp 130,3 miliar). Net BUY asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ADMR (Rp 47,4 miliar), HRUM (Rp 39,5 miliar), dan BEBS (Rp 26,7 miliar).
Terdapat tambahan 3.828 kasus baru COVID-19 di hari Senin dengan positivity rate sebesar 15,0% (total kasus aktif: 49.960). Sebanyak 4.188 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 97,0%.
Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka mix: Nikkei +1,06%, menyusul Kospi 0,22%, sebaliknya ASX200 -0,14%. “IHSG kami perkirakan bergerak melemah hari ini didukung oleh pelemahan di global dan regional,” demikian tertulis.
