Jakarta, TopBusiness – Pemerintah terus berkomitmen mengupayakan peningkatan kinerja di berbagai sektor, khususnya dalam menarik investasi asing. Hal itu dilakukan guna menyokong akselerasi perekonomian nasional terutama menggenjot pemulihan ekonomi usai terhantam keras pandemi covid-19.
Di sela-sela penyelenggaraan Business 20 Summit, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyempatkan untuk bertemu dengan Chief Executive Officer Unilever Global Alan Jope di Nusa Dua, Bali.
Pada kesempatan itu, Airlangga menyinggung permasalahan terkait ekspor palm oil ke Eropa. “Palm oil merupakan komoditi utama yang mendukung perekonomian Indonesia. Diskriminasi yang dilakukan sangat merugikan Indonesia dalam hal ini. Pemerintah Indonesia berupaya keras menanggulangi diskriminasi tersebut,” ujar Airlangga.
Menanggapi concern dari Airlangga tersebut, Alan Jope menyampaikan memang pada saat ini palm oil diasosiasikan sebagai sesuatu yang tidak baik di kawasan Eropa. Namun, banyak sekali industri di Eropa yang justru memanfaatkan palm oil sebagai bahan baku karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.
Terkait persoalan minyak sawit Indonesia terus menjadi target kampanye negatif oleh berbagai kalangan, Unilever diharapkan dapat memainkan perannya dengan membantu kampanye positif minyak sawit Indonesia di Eropa.
Pada akhir pertemuan, kedua pihak menyepakati untuk tetap mendukung investasi Unilever di Indonesia, termasuk dalam memastikan pasokan energi dan insentif fiskal dan sebagainya, khususnya di KEK Sei Mangkei.
Alan Jope juga menegaskan, Unilever berkomitmen untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia dengan mendukung berbagai kampanye positif minyak sawit Indonesia di Eropa.
Sejak 2015, Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) telah melakukan investasi dan bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatra Utara. Hingga 2020, UOI telah melakukan investasi sebesar Rp 2,5 triliun atau sekitar USD200 juta di sana.
“Keberadaan investasi UOI di KEK Sei Mangkei memiliki multiplier effects untuk perekonomian warga di sekitar. Bahkan perluasan investasi telah menyerap tenaga kerja langsung hingga lebih dari 600 orang serta lebih dari 3.000 orang tenaga kerja tidak langsung,” ungkap Alan Jope, dilansir dari keterangan tertulisnya, Selasa (15/11/2022).
Turut mendampingi Menko Airlangga di antaranya yakni Ketua Komisi I DPR RI, Sesmenko Perekonomian, Ketua Umum Kadin, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Maritim, Investasi dan Hubungan Internasional, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian.
