Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi menurun.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Mungkin Akan Menurun Lebih Lanjut Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Rabu (16/11). DJIA -0,12%, diikuti S&P500 0,88%, Nasdaq 1,54%. Pasar turun setelah rilis laporan keuangan 3Q22 Target, yang menunjukkan penurunan penjualan (terutama karena inflasi) menjelang musim belanja terbesar tahun ini. Laporan tersebut menjatuhkan Target, serta pengecer lainnya, termasuk Macy dan Gap.
Harga komoditas anjlok pada Rabu (16/11). inyak WTI turun 1,4% menjadi USD 85,7/bbl, batubara -3,9% menjadi USD 317/ton, nikel -10,1% menjadi USD 26.739/ton dan emas datar di USD 1.777/toz.
Bursa Asia ditutup mixed pada Rabu (16/11); Kospi -0,2%, Hang Seng 0,7%, Shanghai 0,5% dan Nikkei +0.14%.
IHSG tergelincir 0,23% menjadi 7.014, dengan net foreign sell Rp1,37 triliun di pasar reguler dan net foreign buy Rp35,4 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatat oleh ANTM (Rp 54,9 miliar), diikuti oleh UNTR (Rp 37,4 miliar), dan ITMG (Rp 33,9 miliar). Sedangkan arus keluar asing terbesar tercatat oleh BBCA (Rp 615,9 miliar), diikuti TLKM (Rp 273,3 miliar), dan BBRI (Rp 240 miliar). Penggerak terkemuka teratas adalah GOTO, BYAN, dan AMRT dan penggerak tertinggal teratas adalah BBCA, BMRI, dan BBRI.
Sebanyak +8.486 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia kemarin dengan positivity rate harian 21,8% (tingkat kesembuhan: 96,7%, kasus aktif: 57.951)
BI akan mengumumkan 7 Days Repo Rate (BI7DRRR) hari ini. Pasar regional dibuka beragam pagi ini (Kospi +0,26%, Nikkei -0,27%). “Kami perkirakan IHSG akan turun lebih jauh hari ini, sejalan dengan pergerakan pasar global dan regional,” demikian tertulis.
