TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

47 Rumah Layak Huni Dibangun SMF di Semanggi, Solo

Achmad Adhito
20 November 2022 | 08:53
rubrik: BUMN
32 Warga Maluku, Lolos Verifikasi Rumah Tumbuh

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Sebanyak 47 rumah layak huni telah rampung dibangun di wilayah RW 1 Kelurahan Mojo, Kawasan Semanggi, Surakarta. 47 rumah tersebut di lahan seluas 3.72 ha yang merupakan bagian dari Kawasan Semanggi yang memiliki total luas 15.368 ha.

Revitalisasi tersebut merupakan kerja sama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, dengan Pemerintah Kota Surakarta serta Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dinas Cipta Karya, Kementerian PUPR. Hal itu untuk merealisasikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lokasi tersebut.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan dalam keterangan tertulis (19/11/2022) bahwa pembangunan RLH tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 17 Desember 2021 antara SMF; Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PUPR; serta Pemerintah Kota Surakarta yang dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses pembangunan yang intensif sejak 25 Januari 2022, dengan menerapkan standar rumah layak huni yang merujuk pada standar Sustainability Development Goals (SDGs),” kata Ananta saat peresmian 47 rumah tersebut.

Hadir juga dalam peresmian tersebut adalah Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka; Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa; Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto; Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah Kementerian Keuangan, Mahmudsyah; Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Tengah Kementerian PUPR, Cakra Nagara; dan Koordinator Program Kotaku Surakarta, Cahyo.

Ananta Wiyogo mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud dari komitmen perseroan sebagai special mission vehicle dalam pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs khususnya dalam hal pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan, yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:   Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Capai Rp185 Miliar

Ananta berharap Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Kawasan Semanggi ini diharapkan menjadi sebagai salah satu upaya mengurangi kekumuhan di bantaran sungai, juga turut membantu penanganan kemiskinan ekstrim, dengan merelokasi warga ke permukiman yang lebih layak sehingga dapat meningkatkannya tarafnya hidupnya.

“Sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan, salah satu tugas kami adalah membantu pendanaan infrastruktur perumahan, salah satunya membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni. Sumber dana SMF berasal dari APBN dan pasar modal, dan Program Kotaku ini merupakan program jangka panjang yang kami lakukan dari Sabang sampai Merauke,” kata Ananta.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya bantuan ini dengan sebaik-baiknya dengan terus menjaga dan merawat rumahnya agar dapat memberikan manfaat jangka panjang,” sambung Ananta.

Adapun kawasan Semanggi merupakan wilayah relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Surakarta bagi warga yang sebelumnya bermukim di kawasan kumuh bantaran Sungai Pemulung Bengawan Solo.

Warga Mojo yang mayoritas bermata pencaharian tidak tetap seperti buruh bangunan, petugas parkir, serta buruh serabutan, kini bisa memiliki hunian yang layak dan sehat dibandingkan hunian sebelumnya, di mana warga tinggal di sekitar Tanggul Parapet Sungai Pemulung Bengawan Solo yang memiliki karateristik permukiman yang tidak layak, tidak sehat dan tidak teratur yang memadati sepanjang drainase sabuk tanggul sungai itu.

Melalui program ini SMF mengalirkan bantuan dana hibah sebesar Rp3,2 miliar dengan menggunakan anggaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Surakarta menjadi kota ke-13 yang diresmikan, dari total 16 lokasi yang sudah terealisasi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga NTT. Sejak tahun 2019 hingga saat ini SMF telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 370 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp27,64 miliar.

BACA JUGA:   Penumpang Whoosh Tembus 1 Juta. Erick Thohir, Terbukti Transportasi Cepat Dibutuhkan Rakyat

Salah satu warga penerima manfaat yaitu Suranto (52 tahun) merasa terharu dan mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan rumah tersebut. Ia beserta istri dan empat orang anaknya kini bisa tinggal di hunian yang lebih layak dibanding sebelumnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada SMF, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kotaku, dan Pemerintah Surakarta. Rasa bangga saya hari ini tidak bisa terucapkan, karena kini saya bisa punya rumah sendiri yang lebih manusiawi, kalau mau beli kan nggak bisa, kami tidak mampu,” ungkap Suratno terharu.

Suranto sudah lama memimpikan rumah sendiri yang layak, di mana sebelumnya ia sudah tinggal selama lebih dari 20 tahun di pemukiman kumuh samping Sungai Pemulung Bengawan Solo. Sebelumnya ia sempat tinggal di rumah kontakan yang lokasinya tidak jauh dari sungai, namun kondisi ekonomi keluarga yang serba berkekurangan, membuat ia tidak bisa membayar uang sewa rumah yang semakin melambung.

Upah harian Suratno yang pekerja harian dengan upah sebesar Rp70 ribu masih belum cukup untuk menutupi kebutuhan keluarganya, terlebih anak pertamanya kini ada di bangku kelas 3 sekolah menengah atas. Ia mengaku banyak pinjam sana-sini, gali lubang tutup lubang untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Adanya rumah baru ini memunculkan harapan baru baginya untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. “InsyaAllah saya merasa optimis sekarang, ekonomi saya akan berkembang dan bisa mengangkat taraf hidup keluarga saya. Selain bekerja saya rencananya mau jualan wedangan, kan modalnya kecil, jadi saya masih bisa, Alhamdulillah,” ucapnya sumringah.

Tags: program kotakurumah layak hunismf
Previous Post

Enam UMKM Binaan Rumah BUMN SIG Rembang Ikuti Future SMEs Village di KTT G20

Next Post

Sinar Mas Land Pasarkan The Ostara Lumina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR