Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak ke samping.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Ke Samping.
Pada penutupan Jumat (18/11) pekan lalu, pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,59%, diikuti S&P 500 0,48%, dan Nasdaq 0,01%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertekan pada risalah rapat rilis feds pada hari Rabu waktu setempat yang dapat mengindikasikan adanya potensi kenaikan suku bunga yang lebih kecil di bulan depan. Minggu ini juga akan ada rilis data pesanan barang tahan lama dengan ekspektasi berada di 0,4%.
Pasar komoditas terpantau bercampur pada Jumat (18/11) kemarin. Minyak WTI flat di level USD 80,11/bbl, Brent melemah 2,27% ke level USD 87,74/bbl. Harga batubara flat di level USD 326,8/ton, nikel menguat 2,25% ke level USD 25.629, dan CPO melemah 2,97% ke level MYR 3,791. Harga emas terpantau melemah 0,62% ke level USD 1.752/toz.
Bursa Asia bergerak menguat pada Jumat (18/11) kemarin. Kospi menguat 0,06%, Nikkei melemah 0,11%, kemudian Hang Seng 0,9%, dan Shanghai 0,58%.
IHSG pada hari Jumat (18/11) ditutup menguat 0,53% ke level 7.082, dengan net buy sebesar Rp 667,9 miliar Pasar asing mencatatkan net buy Rp 427,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 240,7 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 369,9 miliar), BMRI (Rp 222,3 miliar), dan ITMG (Rp 45,1 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 80,5 miliar), INCO (Rp 54,5 miliar), dan ADRO (Rp 41,6 miliar). Top leading movers adalah GOTO, BMRI, dan BBCA sedangkan ASII, BBRI, dan TLKM menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 5.172 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (20/11) dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 5.690. Daily positive rate sebesar 23,6%; tingkat positif keseluruhan: 9,15%; kasus aktif: 62.179.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,02% dan KOSPI dibuka melemah 0,92%. “IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
