TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Bergerak ke Samping

Agus Haryanto
21 November 2022 | 04:41
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak ke samping.

Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Ke Samping.

Pada penutupan Jumat (18/11) pekan lalu, pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,59%, diikuti S&P 500 0,48%, dan Nasdaq 0,01%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertekan pada risalah rapat rilis feds pada hari Rabu waktu setempat yang dapat mengindikasikan adanya potensi kenaikan suku bunga yang lebih kecil di bulan depan. Minggu ini juga akan ada rilis data pesanan barang tahan lama dengan ekspektasi berada di 0,4%.

Pasar komoditas terpantau bercampur pada Jumat (18/11) kemarin. Minyak WTI flat di level USD 80,11/bbl, Brent melemah 2,27% ke level USD 87,74/bbl. Harga batubara flat di level USD 326,8/ton, nikel menguat 2,25% ke level USD 25.629, dan CPO melemah 2,97% ke level MYR 3,791. Harga emas terpantau melemah 0,62% ke level USD 1.752/toz.

Bursa Asia bergerak menguat pada Jumat (18/11) kemarin. Kospi menguat 0,06%, Nikkei melemah 0,11%, kemudian Hang Seng 0,9%, dan Shanghai 0,58%.

IHSG pada hari Jumat (18/11) ditutup menguat 0,53% ke level 7.082, dengan net buy sebesar Rp 667,9 miliar Pasar asing mencatatkan net buy Rp 427,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 240,7 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 369,9 miliar), BMRI (Rp 222,3 miliar), dan ITMG (Rp 45,1 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 80,5 miliar), INCO (Rp 54,5 miliar), dan ADRO (Rp 41,6 miliar). Top leading movers adalah GOTO, BMRI, dan BBCA sedangkan ASII, BBRI, dan TLKM menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Pangsa Keuangan Syariah Harus Digenjot Lewat Pasar Modal

Terjadi penambahan 5.172 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (20/11) dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 5.690. Daily positive rate sebesar 23,6%; tingkat positif keseluruhan: 9,15%; kasus aktif: 62.179.

Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,02% dan KOSPI dibuka melemah 0,92%. “IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Menteri Basuki: Perhatikan Kualitas, Kelestarian Lingkungan dan Estetika

Next Post

Ekonomi Wilayah akan Topang Pemulihan Ekonomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR