TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melemah

Agus Haryanto
22 November 2022 | 04:40
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.

Daily Research Report yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.

Bursa AS semalam ditutup melemah. DJIA -0,13%, diikuti S&P500 0,38%, dan Nasdaq 1,09%. Pelemahan bursa AS disebabkan adanya kekhawatiran bahwa China akan melanjutkan pengetatan mobilitas untuk menekan terjadinya penyebaran Covid-19. Dimana China mencatatkan ada 3 orang yang meninggal selama weekend minggu kemarin akibat Covid-19, dan merupakan kematian pertama di China sejak Mei. Adapun orang ketiga yang meninggal telah memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya dengan rentang umur 87-91 tahun.

Investor juga tengah memperhatikan laporan Ekonomi mengenai survei prospek bisnis non-manufaktur Philadelphia Fed dan indeks manufaktur Richmond Fed, serta beberapa laporan pendapatan dari Dollar Tree, Best Buy, HP, dan Nordstrom.

Dari komoditas pasar, CPO turun 0,16% ke RM3.851/ton, nikel 2,03%, emas 0,81%, batu bara menguat (3,66%). Sementara itu, harga Brent tercatat melemah (0,44%) menjadi USD79,73/bbl.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,27% ke level 7.063,3. Penggerak terkemuka teratas menghasilkan BYAN, ASII, ADRO sementara penggerak tertinggal teratas menghasilkan GOTO, BBCA, ARTO. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 40,2 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar Rp 138,5 miliar, dan pada negosiasi pasar mencatat net buy sebesar Rp 98,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNVR (Rp 48,5 miliar), GOTO (Rp 44,2 miliar), dan TOWR (Rp 25,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ITMG (Rp 82,1 miliar), BUMI (Rp 59,6 miliar), dan MDKA (Rp 31,6 miliar).

BACA JUGA:   3 Saham Bank untuk Hari Ini, Apa Saja?

Terdapat tambahan 4.306 kasus baru COVID-19 pada hari Senin (21/11) dengan positivity rate sebesar 9,17% (total kasus aktif: 59,587). Sebanyak 6.855 pasien telah sembuh dengan tingkat kesembuhan sebesar 96,7%.

Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka campuran. Nikkei +0,78%, diikuti Kospi -0,41%, ASX200 +0,60%. “IHSG kami perkirakan bergerak melemah hari ini didukung oleh pelemahan di global,” demikian tertulis.

Previous Post

Kementerian PUPR Fokus Tangani Longsoran di Jalan Nasional Cianjur-Puncak

Next Post

OJK dan KPK Kolaborasi Dorong Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR