Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan kembali menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat.
Bursa AS ditutup kemarin menguat. DJIA +0,3%, S&P500 0,6%, Nasdaq 1,0%, seiring dengan kemungkinan tingkat kenaikan suku bunga yang lebih rendah karena inflasi mulai menurun.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak turun 3,7% ke level USD 78/bbl, batu bara +0,3% ke level USD 356/ton, nikel -0,4% menjadi USD 26,108/ton, sedangkan emas +0,4% menjadi USD 1.760/toz.
Bursa Asia kemarin ditutup menguat, ditandai dengan Kospi 0,5%, Hang Seng 0,6%, Shanghai 0,3%, dan Nikkei 0,6%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup +0,3% ke level 7.054, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 238 miliar dan di pasar negosiasi Rp 391 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 345 miliar), ITMG (Rp 87 miliar), dan BUMI (Rp 56 miliar) Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh TLKM (Rp 85 miliar), ASII (Rp 64 miliar), dan TINS (Rp 53 miliar). Top leading movers adalah BBRI, SMMA, BYAN dan top lagging mover adalah GOTO, TLKM, BBCA.
Terjadi penambahan 7.221 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 21,9% (tingkat kesembuhan: 96,6%, kasus aktif: 64.463).
Pagi ini pasar regional dibuka menguat dengan Kospi +1,2% dan Nikkei 0,8%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.
