Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi kembali terkoreksi.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi.
Pada penutupan Jumat lalu (25/11), pasar AS bergerak cenderung melemah. Dow Jones menguat +0,45%, sedangkan S&P 500 melemah 0,03%, dan Nasdaq melemah 0,52%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertekan pada rilis data US nonfarm payrolls dengan ekspektasi ekonom akan ada penambahan sekitar 200 ribu pekerjaan di bulan November.
Pasar komoditi terpantau bercampur pada Jumat (25/11) kemarin. Minyak WTI melemah 1,78% ke level USD 76,55/bbl, Brent flat di level USD 83,71/bbl. Harga batubara menguat 1,5% ke level USD 362/ton, nikel -1,94% ke level USD 25.594, dan CPO menguat 1,78% ke level MYR 4.060. Harga emas terpantau menguat 0,54% ke level USD 1.755/toz).
Bursa Asia cenderung melemah pada Jumat (25/11) kemarin. Kospi melemah 0,14%, Nikkei 0,35%, Hang Seng 0,49%, dan Shanghai menguat 0,4%. IHSG pada hari Jumat (25/11) ditutup melemah 0,39% ke level 7.053, dengan net sell sebesar Rp 1 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell Rp 231,1 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 230,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 60,4 miliar), TBIG (Rp 50,5 miliar), dan ASII (Rp 46,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 223,2 miliar), CTRA (Rp 38,2 miliar), dan ICBP (Rp 18,3 miliar). Top leading movers adalah BBRI, KLBF, dan CPIN sedangkan GOTO, BYAN, dan AMRT menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 4.151 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (27/11) dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 5.655. Daily positive rate sebesar 18,45%; tingkat positif keseluruhan: 9,19%; kasus aktif: 60.581.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,55% dan KOSPI 0,96%. “Kami kecenderungan IHSG berpotensi melanjutkan tren koreksi pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
