Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS kemarin ditutup mixed. DJIA +0,01%, S&P500 -0,16%, dan Nasdaq –0,59%. Investor masih menunggu data ekonomi dalam minggu ini seperti lowongan kerja dan gaji untuk menilai kinerja ekonomi, serta menunggu pidato Jerome Powell mengenai kebijakan fiskal dan moneter untuk memperoleh pandangan terhadap langkah FED dalam mengatasi inflasi.
Dari pasar komoditas, CPO naik 2,15% di RM4.223/ton, nikel 5,09%, emas 0,48%, batu bara 2,22%. Sementara itu, harga Brent tercatat menguat (1,24%) menjadi USD78,20/bbl.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,08% ke level 7.012,1. Top leading movers menghasilkan BMRI, ADRO, BBRI, sementara top lagging movers menghasilkan GOTO, ASII, BBCA. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 776,5 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 238,8 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 537,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 356,3 miliar), ADMR (Rp 57,8 miliar), dan AMRT (Rp 30,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 248,6 miliar), BMRI (Rp 120,1 miliar), dan MDKA (Rp 76,1 miliar).
Terdapat tambahan 5.776 kasus baru COVID-19 di hari Selasa (29/11) dengan positivity rate sebesar 9,19% (total kasus aktif: 58.119). Sebanyak 5.476 pasien telah sembuh dengan tingkat kesembuhan sebesar 96,7%.
Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka pelembut: Nikkei -0,64%; Kospi 0,44%. “IHSG kami perkirakan bergerak melemah hari ini didukung oleh pelemahan di global.
,” demikian tertulis.
