Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Bursa AS kemarin ditutup menguat. Dow Jones +2,18%, S&P 500 3,09% dan Nasdaq +4,41%. Penguatan terjadi setelah Jerome Powell mengkonfirmasi bahwa bank sentral akan memperlambat laju kenaikan suku bunga agresif yang telah membebani pasar.
Pasar komoditas terpantau cenderung bergerak menguat kemarin. Minyak menguat 3,01% ke level USD 80,55/bbl, batubara 2,87% ke level USD 399/ton, nikel 0,22% ke level USD 26.929, dan CPO 0,36% ke level MYR 4.236. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,22% ke level USD 1.760/toz).
Bursa Asia bergerak cenderung mixed pada perdagangan kemarin (30/11). Nikkei melemah 0,2%, Hang Seng menguat 2,2%, dan Shanghai menguat 0,1%.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 0,99% ke level 7.081, dengan net buy di pasar reguler sebesar Rp 521 miliar, dan net buy di pasar negosiasi Rp 280,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 386,1 miliar), BBNI (Rp 358,0 miliar) dan BBCA (Rp 343,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ADMR (Rp 749,3 miliar), TBIG (Rp 722,5 miliar) dan GGRM (Rp 100,7 miliar). Top leading movers adalah BBCA, BBRI, dan AMRT sedangkan top lagging movers adalah GOTO, EMTK dan CPIN.
Terjadi penambahan 5.609 kasus baru COVID-19 di Indonesia (30/11) dengan kasus sembuh sebanyak 4.411. Tingkat positif harian sebesar 13,38%, tingkat pemulihan sebesar 96,71%.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Kospi menguat 1,16% dan Nikkei +1,08%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
