Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Bursa AS ditutup pelemahan pada Selasa. DJIA -1,03%, diikuti S&P500 1,44%, dan Nasdaq 2,00%. Hal ini terjadi karena masih adanya sentimen dari ketakutan resesi dari investor.
Dari pasar komoditas,harga Brent -7,16%, emas melemah 1,5%. Sementara itu, harga batu bara menguat 2,7%, diikuti CPO 3,23% ke RM 4.086/ton, dan nikel 2,23%.
Bursa Asia ditutup melemah kemarin. kospi melemah 1,08%, Hang seng 0,4%. IHSG ditutup turun 1,36% ke level 6.892. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.342,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.530,5 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 188.3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 593,7 miliar), TLKM (Rp 275,2 miliar), dan BBNI (Rp 219 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh MDKA (Rp 60,5 miliar), EXCL (Rp 26,1 miliar), dan SMGR (Rp 22,1 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXENER, sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXINFRA. Penggerak terkemuka teratas menerbitkan BYAN, BUKA, BMRI, sementara penggerak tertinggal teratas menerbitkan TLKM, GOTO,
Terjadi penambahan +3.744 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin dengan kematian 45 kasus. Sementara itu, +4.179 pasien dinyatakan sembuh.
Kospi dibuka pelemahan pada pagi ini (-0,02%) dan Nikkei (-0,71%). “Kami perkembangan IHSG akan bergerak melemah hari ini, sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
