Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup bervariasi. DJIA +0,0%, sedangkan S&P500 -0,2%, dan Nasdaq -0,5%, seiring dengan kekhawatiran investor akan kemungkinan resesi dan kemungkinan durasi yang lebih lama untuk kenaikan suku bunga The Fed.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak turun 3,0% ke level USD 72/bbl, menyusul batu bara 3,0% ke level USD 390/ton, sedangkan emas +0,9% menjadi USD 1.798/ toz.
Bursa Asia kemarin ditutup melemah. Kospi -0,4%, Hang Seng 3,2%, Shanghai 0,4%, dan Nikkei 0,7%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -1,1% ke level 6.819, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 2,4 triliun dan net buy di pasar negosiasi Rp 682 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh KLBF (Rp 25 miliar), SMGR (Rp 18 miliar), dan UNVR (Rp 15 miliar) Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBCA (Rp 902 miliar), TLKM (Rp 347 miliar), dan ASII (Rp 274 miliar). Top leading mover adalah BYAN, TLKM, MIKA dan top lagging mover adalah BMRI, BBCA, GOTO.
Terjadi penambahan 3.351 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 8,2% (tingkat kesembuhan: 96,9%, kasus aktif: 47.730).
Pagi ini pasar regional dibuka dengan Kospi -0,2% dan Nikkei 0,6%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.
