Jakarta-Thebusinessnews.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku lokal untuk pembangunan infrastruktur, meski anggaran proyek diperoleh dari pinjaman bilateral luar negeri.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani terkait upaya menumbuhkan industri konstruksi nasional. “Dari kebutuhan anggaran (hingga 2019) sebesar Rp5.500 triliun untuk proyek infrastruktur, hanya 20 persen dari APBN,” ucapnya di Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Sehingga, jelas dia, kebutuhan anggaran infrastruktur masih memerlukan sumber pendanaan lain, seperti penerbitan Surat Berharga Negara atau pinjaman bilateral dengan negara lain. “APBN kita hanya menyanggupi sekitar Rp1.100 triliun, maka perlu pendanaan dari luar,” kata Rosan.
Namun demikian, jelas Rosan, umumnya negara kreditur selalu menerapkan persyaratan pinjaman untuk proyek infrastruktur agar mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan barang modal dari negara mereka.
“Kalau (pemerintah) melakukan pinjaman bilateral, biasanya ada syarat penggunaan content dari pemberi pinjaman. Misalnyaa, Korea atau China minimal 50 persen, Jerman 80 persen dan Rusia 100 persen,” tuturnya.
Dia mengatakan, persentase yang lebih rendah untuk penggunaan bahan baku dan barang modal ada pada kreditur Jepang. “Memang baiknya pinjaman untuk (proyek) infrastruktur itu dari penerbitan SBN,” imbuhnya.
Kalau pun harus melakukan pinjaman bilateral dari asing, kata Rosan, pemerintah harus tetap mengedepankan optimalisasi penggunaan bahan baku dan barang modal dari dalam negeri. “Jadikan program konektivitas sebagai momentum mendorong industri konstruksi,” tegas Rosan.
Sebaliknya, menurut Rosan, optimalisasi penggunaan bahan baku dan barang modal dari luar negeri justru akan mematikan industri di dalam negeri. “Yang terpenting, kebijakan pemerintah mesti bisa bermanfaat bagi dunia usaha di dalam negeri,” ucapnya.
Dia mencontohkan, pemerintah China mampu mengoptimalkan pemanfaatan local content saat penyelenggaraan Olimpiade 2008. “Industri bajanya tumbuh pesat. Hal ini yang harus terjadi di Indonesia, mengingat sebentar lagi ada Asian Games,” kata dia.(az)