TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kian Positif, GTSI Pede Tutup Tahun 2022 dengan Peningkatan Laba Jadi US$5,48 Juta

Busthomi
22 December 2022 | 17:16
rubrik: Capital Market
Kian Positif, GTSI Pede Tutup Tahun 2022 dengan Peningkatan Laba Jadi US$5,48 Juta

(Ki-Ka) Hari Purnomo Komisaris independen, Budi Haryono Komisaris Utama, Tammy Meidharma Direktur Utama dan Dandun Widodo Direktur, seusai menggelar papan public secara virtual, Kamis (22/12/2022). FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan jasa sewa kapal untuk angkutan dan distribusi LNG, PT GTS Internasional Tbk (IDX: GTSI) kian optimis menatap tahun 2023 dengan prospek bisnis yang cerah.

Tammy Meidharma Direktur Utama GTS Internasional mengatakan, gas alam diperkirakan diperdagangkan pada US$ 6,79/MMBtu pada akhir kuartal ini, menurut Trading Model makro ekonomi global dan ekspektasi analis. Ke depan, perseroan memperkirakan akan diperdagangkan pada US$ 8,20 dalam waktu 12 bulan ke depan.

“Perseroan memperkirakan capaian hingga akhir tahun 2022 bisa ditutup dengan pendapatan sekitar US$ 41,65 juta dan laba bersih diestimasikan ada di angka US$ 5,48 juta. Hal ini bukan tak mungkin, karena kinerja perseroan hingga 9 bulan lalu telah berhasil sangat positif,” kata Tammy dalam paparan publik yang dilakukan secara virtual, Kamis (22/12/2023).

Hal itu sejalan dengan torehan GTSI setelah sukses merebut peluang dari bisnis angkutan laut. Perseroan tercatat sudah meraih laba tahun berjalan senilai US$ 4,56 juta hingga periode September 2022. Perolehan laba ini di topang oleh pendapatan yang melonjak 69,30 persen persen menjadi US$ 31,10 juta dari sebelumnya US$ 18,37 juta.

Di tempat yang sama, Dandun Widodo Direktur GTSI menyebut, bisnis model yang akan terus digalakkan oleh GTSI ke depan sebagai keunggulan perseroan adalah pengangkutan untuk penggunaan gas bumi terutama didorong oleh penggunaan pembangkit listrik, penggunaan pemanas perumahan/komersial, dan penggunaan industri (produksi bahan kimia, pupuk, hidrogen, dan lainya).

Tujuan dari pengangkutan itu mencakup kepada ladang gas, pabrik pencairan, FSLNG, LNG Carrier/Break bulking, Bunkering LNG, FSRU, pengguna akhir dan pembangkit listrik terapung. “Dengan kondisi itu, untuk modal kerja atau capex di tahun 2023 dialokasikan senilai US$ 24 Juta,” kata Dudun.

BACA JUGA:   Net Sell Asing Masih Tinggi, Saham Ini Jadi Pilihan Saat IHSG Berpotensi Bearish

Bisnis plan yang matang membuat GTSI menatap 2023 akan mencapai standar pembelian dan LNG ukuran kecil pembawa dan proyek konversi dari LNG Carrier ke FSRU. Selanjutnya pada 2025 di targetkan mengembangkan FSRU dan pada 2026 perseroan akan membeli pengangkut LNG ukuran kecil.

Setelah terjadi merger antara induk usahanya yaitu PT Humpuss Maritime Internasional (HUMI), dan PT Hateka Trans Internasional (HTI). Menyusul merger itu, pemegang saham utama GTS Internasional (GTSI) beralih ke HUMI. Jadi, formasi pemegang saham GTS Internasional menjadi PT HUMI 84,79 persen, Koperasi Karyawan Bhakti Samudera 0,03 persen, dan masyarakat 15,18 persen.

Tammy Meidharma kembali menambahkan, di bawah pemegang saham utama yaitu Humpuss Maritim Internasional, perseroan menjadi lebih kuat baik dari sisi finansial maupun operasional.

Dari sisi kinerja Group, induk usahanya GTSI yaitu PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) telah menyiapkan modal kerja atau capex sangat besar senilai USD94 juta setara Rp1,46 triliun untuk tahun 2023.

Sebelumnya, Tonny Aulia selaku Direktur Utama HITS menjelaskan dana sebesar itu nantinya akan digunakan untuk ekspansi pengadaan 11 kapal anyar. Pengadaan ini karena peluang bisnis di industrinya telah berkembang sangat signifikan dan persaingan yang ketat dan pendapatan akan terkerek 20 persen di tahun depan, kata dia dalam paparan publiknya kemarin, Rabu (21/12/2022).

Adapun di sepanjang tahun ini, Group Humpuss sendiri telah merealisasikan investasi penambahan 4 kapal baru.

Tags: GTSIkinerja keuanganPT GTS Indonesia Tbksektor pelayaransektor transportasi laut
Previous Post

Kinerja CANI Membaik, Pendapatan dari Jasa Penyewaan Kapal Meningkat 91,5%

Next Post

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Dimulai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR