TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Catat Lebih dari 880 Ribu Kendaraan Melintas pada Puncak Arus Mudik Natal di Tol Trans Sumatra

Albarsyah
25 December 2022 | 17:29
rubrik: BUMN
Hutama Karya Catat Lebih dari 880 Ribu Kendaraan Melintas pada Puncak Arus Mudik Natal di Tol Trans Sumatra


Jakarta, TopBusiness – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2022, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat peningkatan Volume Lalu Lintas (VLL) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga Sabtu (24/12), sebanyak 15.587 kendaraan masuk dari arah Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan sebagai pintu awal masuk JTTS maupun sebaliknya melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan di Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter).

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji mengatakan bahwa lonjakan VLL kendaraan pada mudik Nataru terjadi pada hari Jum’at (23/12). “Total trafik di seluruh ruas JTTS yang dikelola oleh Hutama Karya mengalami pertumbuhan paling banyak pada hari Jum’at mencapai total 880 ribu kendaraan. Angka ini meningkat hingga 26% atau mengalami kenaikan hampir 200 ribu dari trafik normal yaitu sebanyak 700 ribu kendaraan,” ujar Dwi, dalam keterangan resmi kepada TopBusiness.id. T

otal trafik tersebut merupakan akumulasi dari Ruas Bakter, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Ruas Palembang – Indralaya, Ruas Pekanbaru – Dumai, Ruas Medan – Binjai, Ruas Binjai – Langsa Seksi 1 dan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 2, 3 & 4.

Selain itu pada mudik Nataru ini, perusahaan telah mengoperasikan tanpa tarif tol Bengkulu- Taba Penanjung dan mulai pemberlakuan tarif tol Pekanbaru-Bangkinang. “Pada Jum’at (23/12) Ruas Bengkulu – Taba Penanjung mulai dioperasikan tanpa tarif sejak pukul 08.00 WIB, dan telah dilintasi hampir 2 ribu kendaraan. Sementara untuk Ruas Pekanbaru – Bangkinang yang yang baru saja bertarif hari ini (25/12) dilintasi lebih dari 54 ribu kendaraan,” tambahnya.

BACA JUGA:   Wika Juara 1 International Year in Infrastructure 2019

Lebih lanjut Dwi menambahkan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama mudik Nataru ini, perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah strategis seperti menambahkan fasilitas gardu tol di Gerbang Tol (GT) yang memiliki potensi kepadatan tinggi seperti di GT Bakauheni Selatan dan GT Kotabaru yang semula 5 jalur menjadi 7 jalur dan di GT Kotabaru yang semula 4 jalur menjadi 6 jalur; alat mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang tol, SPBU modular di beberapa titik yakni di Rest Area KM 20 B Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Rest Area KM 189 Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang Kayu Agung dan Rest Area Temporary KM 130 Ruas Pekanbaru – Dumai serta memastikan Bahan Bakar Mentah (BBM) tercukupi.

“Selain itu, kami juga membagikan flyer yang didalamnya terdapat informasi terkait titik-titik kepadatan dan tata cara berkendara yang benar di jalan tol, serta souvenir kepada pengguna jalan sebagai apresiasi kepatuhan mengikuti tata tertib yang berlaku di jalan tol,” tutup Dwi Aryono Bayuaji, EVP Divisi OPT Hutama Karya.

Previous Post

Dukung Kelancaran Libur Nataru, Kementerian PUPR Kerahkan Mobil Toilet di Sejumlah Titik Jalan Pantura

Next Post

LMK Pelari Nusantara Distribusikan Royalti, Penerimanya Fariz RM dan Lain-lain

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR