TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Manufaktur Diprediksi Tumbuh 5%-an 2022-2023

Achmad Adhito
28 December 2022 | 11:06
rubrik: Ekonomi
Ekspor Mobil RI Masih Kalah dengan Thailand

Pabrik Otomotif (Sumber Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—Seiring dengan harapan membaiknya kondisi global dan perekonomian nasional, Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Kartasasmita, memproyeksi sektor industri manufaktur akan tumbuh sebesar 5,01 persen pada tahun 2022, dan pada tahun 2023 diperkirakan tumbuh antara 5,1-5,4 persen.

“Sejalan dengan hal tersebut, nilai ekspor industri manufaktur diperkirakan pada kisaran USD210,38 miliar tahun 2022, dan sebesar USD225-USD245 miliar pada tahun 2023,” kata menteri tersebut dalam keterangan tertulis kemarin malam.

Sementara pada nilai investasi, kami perkirakan mencapai Rp439 triliun pada 2022, dan sekitar Rp450-Rp470 triliun pada tahun 2023,” sebutnya.

Sedangkan penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 19,2-20,2 juta orang di tahun 2023.

Dalam upaya mencapai target-target tersebut, menurut Menperin, Kemenperin telah mengidentifikasi beberapa kendala atau tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2023. Pertama, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat akibat tingkat inflasi global yang tinggi yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang agresif dan gangguan rantai pasok akibat ketidakseimbangan perdagangan.

“Kedua, depresiasi nilai tukar Rupiah akibat kebijakan moneter di negara maju menaikkan tingkat suku bunga. Ketiga, perang Ukraina dan Rusia yang berkepanjangan dapat mengakibatkan kenaikan harga komoditas, krisis pangan, dan krisis energi,” paparnya.

Keempat, kemungkinan terjadi ketidakstabilan permintaan ekspor akibat permintaan global menurun, yang akan juga berdampak pada pengurangan produksi dan dapat berpotensi adanya PHK.

“Kemudian, masih adanya ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong,” ujar Menperin.

BACA JUGA:   Hilirisasi Mineral Naikkan Permintaan Gas Industri
Tags: agus kartasasmitaindustri manufaktur
Previous Post

Argon Group Komitmen Tingkatkan TKDN Jadi 50 Persen pada 2024

Next Post

SKK Migas dan KKKS Sumbagsel Susun Langkah Tingkatkan Produksi 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR