Jakarta-Thebusinessnews. Berdasarkan studi HSBC ( The Hongkong and Shanghai Banking ) tentang perlindungan dan kepercayaan diri dimasa depan tahun 2015 dengan 1000 responden. Dan menyebutkan 64 persen responden menyebutkan tidak siap memasuki masa pensiun.
Menurut Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia, Steven Suryana bahwa hanyas sebagian kecil dari responden atau 36 persen mengaku telah persiapan perencenaan financial jangka panjang dan strategis sebagai proteksi . “Bahkan 1 dari 3 orang Indonesia menyatakan belum siap dalam menyambut hari tua mereka.” Ujar dia Jakarta, Selasa(12/4/2016).
Ia menguraikan,permasalahan terbesar masyarakat Indonesia yang mereka khawatirkan yakni soal fisik sebesar 64 persen, kesehatan sebesar 54 persen serta kualitas hidup 43 persen di usia tua atau sudah tidak produktif.
” Kesehatan menjadi perhatian terbesar karena mereka meyakini gangguan kesehatan akan berdampak luas terbanyak banyak hal.” Ujar dia.
Hal itu itu terlihat dari hasil survey yang menyebutkan 72 persen responden khawatir gangguan kesehatan akan berdampak pada kualitas kehidupan.Dampaknya 72 persen khawatir jika terkena gangguan kesehatan akan berpengaruh pada kemampuan membiayai hidup.
Selain itu, gangguan kesehatan dapat menganggu keharmonisan keluarga sebanyak 70 persen responden,kondisi psikologis sebesar 61 persen responden , hubungan dengan pasangan sebanyak 57 persen, “Serta keberadaan sebagai orang tua yang baik sebanyak 50 persen responden.” Terang dia.
Sementara hanya 33 persen responden yang menyatakan sama sekali tidak dapat mengelola keuangannya serta tidak memiliki perlindungan secara khusus. Sedangan 67 persen responden yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan keuangan dalam bentuk tabungan,investasi ataupun asuransi “Namum 38 persen responden belum sepenuhnya apakah persiapan finansial sudah tepat sesuai dengan kebutuhan dan dapat jaminan di masa tua.” Ujar dia.(az)