TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tawarkan Harga Rp350-Rp510 per Saham, IPO Bank Sumut bisa Raup Rp1,49 Triliun

Busthomi
9 January 2023 | 17:21
rubrik: Capital Market
Tawarkan Harga Rp350-Rp510 per Saham, IPO Bank Sumut bisa Raup Rp1,49 Triliun

(Dari kiri-kanan) Arieta Aryanti selaku Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi, Eksir selaku Direktur Kepatuhan, Hadi Sucipto selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama dan Irwan selaku Direktur Bisnis dan Syariah dalam paparan public terkait rencana IPO Bank Sumut, Senin (9/1/2023). FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) baru saja menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Dalam aksi korporasi ini, BPD terbesar di luar Jawa ini menawarkan sebanyak- banyaknya 2.934.798.300 saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 23% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham.

Melalui IPO ini, nilai nominal saham yang ditawarkan di harga Rp 250 per saham, Bank Sumut mematok harga penawaran pada rentang harga Rp 350 hingga Rp 510 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp 1,02 triliun hingga maksimal Rp 1,49 triliun.

Aksi korporasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat permodalan dan pengembangan bisnis dalam rangka mendukung perekonomian nasional, khususnya di Sumatera Utara.

Dalam IPO ini, Bank Sumut menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas sebagai joint lead underwriters.

Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari IPO Sekitar 80,00% (delapan puluh persen) akan digunakan untuk modal kerja Perseroan guna mendukung ekspansi bisnis Perseroan termasuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi.

Dan sekitar 20,00% (dua puluh persen) akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan termasuk layanan digital.

Adapun roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Bank Sumut dijadwalkan pada 5 – 18 Januari 2023. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2023. Setelah pernyataan efektif terbit, saham diharapkan bisa tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2023.

Plt.Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto mengatakan, perseroan sangat mendukung kebangkitan ekonomi nasional seiring dengan pulihnya kegiatan dunia usaha dan konsumsi masyarakat.

BACA JUGA:   Potensi Bisnis Masih Besar, SBMA Unggulkan Strategi Ini di 2025

“Ini merupakan komitmen dari Bank Sumut untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional agar membaik dan pulih lebih cepat dari dampak pandemi. Kami akan membiayai sektor-sektor yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara,” kata Hadi, dalam public expose IPO, secara virtual, Senin (9/1/2023).

Data per 31 Desember 2022 (sebelum diaudit) Kredit Produktif PT Bank Sumut sebesar Rp12,2 triliun atau sebesar 43,9% dari total Kredit/pembiayaan meningkat sebesar Rp2,3 triliun atau sebesar 23,5% dari tahun sebelum (YoY) sebesar Rp9,9 triliun atau sebesar 39,31% total Kredit/pembiayaan.

Menurut Hadi, kenapa Bank Sumut harus IPO? Karena Bank Sumut dengan pasarnya di provinsi Sumut memiliki potensi besar. Jadi langkah IPO in juga sebagai perkuat permodalan perbankan sekaligus juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mengapa kita perlu melakukan IPO? Saat ini kita ini masuk di lima besar BPD terbesar di Indonesia dan BPD terbesar di luar Jawa. Tentu saja, kita tak mau di posisi lima terus, bisa lebih baik lagi. Apalagi pelayanan Bank Sumut di Sumut sendiri baru 56 persen,” terang dia.

Di samping itu, kata Hadi, dari sisi perekonomian di Bank Sumut juga besar. Hal ini terlihat dari postur APBD di Sumatera Utara antara provinsi Sumut dan seluruh Kabupaten/Kota di Sumut di angka Rp60 triliun, ditambah lagi perseroan juga akan terus melakukan ekpansi terus.

“Tahun ini kita akan buka di Jambi dan Palembang. Dan ke semua bisnis itu pasti butuh modal dan itu kita lakukan IPO ini. Jadi, IPO ini dalam rangka ekspansi bisnis. Termasuk juga untuk belanja modal dan peningkatan kualitas IT dalam rangka mendongkrak core banking system kami,” pungkas Hadi.

Tags: aksi korporasiBank BPDbank sumutipoperkuat permodalan
Previous Post

Salurkan Modal Usaha Rp 10 T, NPL Amartha di Bawah 0,5 Persen

Next Post

Kartu Prakerja Dituntut Mampu Cetak Tenaga Kerja yang Kompetitif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR