Jakarta, TopBusiness – Emiten Pendidikan Bimbingan Belajar dan Konseling Swasta, PT Lavender Bina Cendikia Tbk (IDX: BMBL) baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menjadi emiten ke-8 di tahun ini.
Aksi korporasi BMBL ini dilakukan melalui skema penawaran umum perdana saham atau intial public offering (IPO). Dan ternyata dalam proses IPO tersebut, perseroan berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) pada proses penawaran saham perdananya.
IPO perusahaan dengan merek Bimbel Lavender tersebut menyampaikan kelebihan pemesanan sebanyak 47 kali dari total penjatahan terpusat, saham yang ditawarkan sebanyak 280 juta saham baru.
Menurut Deputy Director Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi, kelebihan pemesanan saham BMBL ini menunjukkan antusiasme investor yang tinggi karena BMBL merupakan emiten pertama yang bergerak di sektor pendidikan sehingga hal ini memberikan kabar baik untuk industri pendidikan Indonesia.
“Selama masa pooling, permintaan yang masuk mencapai lebih dari 50 miliar saham dari total saham yang ditawarkan sebanyak 280 juta saham baru atau oversubscribed 4.709% atau 47 kali dari jumlah pemesanan terpusat. Nilai pemesanan terpusat yang masuk lebih dari Rp942 miliar,” ujar Wibowo, Rabu (11/1/2023).
BMBL memang menjadi sorotan di kancah bursa belakangan ini karena untuk pertama kalinya terdapat perusahaan dari sektor pendidikan khususnya perusahaan bimbingan belajar (bimbel) yang baru saja melantai ke bursa saham. Hal ini menjadi perhatian bagi investor karena usaha di sector pendidikan belum ada di pasar modal.
Antony Kristanto, Direktur Utama PT KGI Sekuritas Indonesia memiliki keyakinan atas prospek BMBL di masa yang akan datang dengan melihat komitmen BMBL untuk mengembangkan fasilitas sarana dan pra sarana serta penggunaan teknologi terkini dalam melayani konsumennya. Penggunaan teknologi memudahkan BMBL untuk memperluas jangkauan pasar.
Disisi lain, komitmen pengembangan fasilitas BMBL bisa dilihat dari salah satu penggunaan dana hasil IPO berupa pelunasan unit apartemen yang akan diperuntukkan untuk akomodasi penginapan para siswa dimana sebelumnya BMBL masih mengandalkan hotel untuk keperluan akomodasi para siswa sehingga BMBL akan mengalami efisiensi biaya akomodasi setiap tahunnya.
Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Rovandi, memperkirakan kinerja keuangan BMBL pada 2022 ini diproyeksikan mengantongi laba bersih sebesar Rp 4 miliar. Angka itu naik hampir 2 kali lipat dari perolehan laba bersih di 2021 sebesar Rp 2,13 miliar. Dalam proyeksi perusahaan, laba bersih di 2023 bisa mencapai Rp6 miliar dan 2024 mencapai Rp16,5 miliar.
