Jakarta, TopBusinesss—Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 2 emisi dari 2 Emiten senilai Rp1,05 triliun.
Dengan pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 509 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp446,35 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 124 emiten.
Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono, di Jakarta akhir pekan kemarin.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp5.310,43 triliun dan USD438,31 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp5,36 triliun.
Ia pun menjelaskan bahwa berdasarkan data perdagangan BEI selama periode tanggal 9 sampai dengan 13 Januari 2023, terlihat bahwa mayoritas ditutup pada zona positif. Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa sebesar 24,04% menjadi Rp11,538 triliun dari Rp9,302 triliun pada pekan sebelumnya.
Kemudian, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami kenaikan 4,77% menjadi 17,237 miliar saham dari 16,453 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu.
Peningkatan turut terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian bursa sebesar 0,48% menjadi 1.109.809 transaksi selama sepekan dari 1.104.455 transaksi pada sepekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa mengalami perubahan 0,82% menjadi Rp9.182,353 triliun dari Rp9.258,266 triliun pada pekan sebelumnya.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami perubahan 0,64% pada level 6.641,830 dari 6.684,558 sepekan sebelumnya.
