Jakarta, TopBusiness—Neraca perdagangan Indonesia Desember 2022 mengalami surplus USD3,89 miliar.
“Terutama berasal dari sektor nonmigas USD5,61 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD1,72 miliar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Margo Yuwono, di Jakarta hari ini.
Nilai ekspor Indonesia Desember 2022 mencapai US$23,83 miliar atau turun 1,10 persen dibanding ekspor November 2022.
Sedangkan nilai impor Indonesia Desember 2022 mencapai USD19,94 miliar, naik 5,16 persen dibandingkan November 2022.
Margo pun, dikutip Majalah TopBusiness dari keterangan tertulis BPS, mengatakan bahwa secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2022 mencapai USD291,98 miliar. Itu naik 26,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD38,59 miliar (13,22 persen), diikuti Kalimantan Timur sebesar USD36,46 miliar (12,49 persen), dan Jawa Timur sebesar USD24,75 miliar (8,48 persen).
