TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tekan Emisi Karbon, UNTR Gandeng Perum Perhutani KPH Malang Tanam 70.000 Pohon di Gunung Arjuno

Busthomi
20 January 2023 | 14:50
rubrik: CSR
Tekan Emisi Karbon, UNTR Gandeng Perum Perhutani KPH Malang Tanam 70.000 Pohon di Gunung Arjuno

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Sebagai wujud partisipasi menyemarakkan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang jatuh pada 10 Januari lalu, PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR) memperluas komitmen keberlanjutannya dengan konservasi tanaman kehutanan dan revegetasi di kawasan hutan Perum Perhutani, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Malang, beberapa waktu lalu.

Penanaman ini merupakan tahap ke empat dari target 70.000 pohon sesuai dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh UT dan Perum Perhutani KPH Malang.

Kerja sama ini merupakan komitmen UT untuk menekan emisi karbon yang merupakan bagian dari target perusahaan untuk keberlanjutan lingkungan melalui implemantasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Di sisi lain, upaya tersebut juga merupakan inisiatif UT untuk mencegah perubahan iklim yang ekstrem serta menciptakan lingkungan yang lestari bagi masa depan Indonesia.

CSR Manager UT, Himawan Sutanto menegaskan bahwa UT memiliki komitmen untuk konsisten melakukan CSR di bidang lingkungan UTREES (United Tractors for Nature and Environment Sustainability) dengan melakukan salah satu langkah nyata melalui penanaman pohon untuk menciptakan mekanisme sekuestrasi karbon guna mencapai target penurunan emisi karbon UT pada 2030.

“Kolaborasi penanaman pohon ini dilakukan untuk menghasilkan dampak positif pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Himawan Sutanto, seperti disebutkan dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/1/2023).

“Dengan ini, UT sangat sungguh-sungguh melakukan penanaman pohon untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengedepankan aspek ESG, serta mendukung program pemerintah dalam lingkungan hidup dan kehutanan yang disebut dengan FOLU Net Sink 2030 yakni target mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi polusi, menyerap CO2 dan menambah cadangan karbon,” ujarnya.

Kolaborasi UT dan Perum Perhutani

BACA JUGA:   Disaksikan Presiden Prabowo, Vale dan GEM Teken Investasi Produksi Nikel Net-Zero Senilai Rp21,99 Triliun

Program yang tertuang dalam MoU UT dengan Perum Perhutani KPH Malang adalah konservasi dan revegetasi hutan seluas 567 hektar yang terletak di Desa Sumbergondo, Bulukerto, Donowarih, Sumbul dan Toyomarto.

Melalui Penanaman dan perawatan di lima desa tersebut, UT menargetkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan secara keberlanjutan dengan melakukan beberapa hal seperti pengelolaan sumber daya hutan bersama masyarakat melalui kerja sama beberapa hal.

Seperti konservasi pemulihan ekologi, pengukuran dan pelaporan penyerapan karbon, peningkatan kualitas penelitian, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta teknologi dalam konservasi dan revegetasi kawasan hutan.

“Dukungan yang diberikan UT sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi pemerintah desa dalam mengembalikan kelestarian hutan serta memulihkan vegetasi yang rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan pada lahan bekas penggunaan kawasan hutan,” kata Aji, Kepala Desa Sumbergondo.

“Penanaman pohon yang dilakukan pihak UT jika sudah tumbuh dengan baik akan menjadi investasi di hari tua untuk generasi berikutnya. Semoga hasil dari penanaman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan bijak dan sebaik-baiknya,” ujar Aji.

Pada kegiatan ini jenis tanaman yang dipilih adalah alpukat varietas Hass. Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki proses bisnis yang menjanjikan karena tanamannya berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman lainnya dan juga memiliki produktivitas yang tinggi.

Di sisi lain, produksi alpukat varietas Hass di dalam negeri masih belum cukup, keberadaannya masih didominasi dari hasil impor. Oleh karena itu, budidaya alpukat Hass local dapat menjadi peluang besar dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi yang dilakukan ini, UT berharap bisa memberikan manfaat secara efektif terhadap pemulihan lingkungan, kesejahteraan dan keberlangsungan masyarakat sekitar, serta dapat membangun ekonomi yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan.

Tags: emisi karbonPerum Perhutani KPH MalangPT United Tractors TbkUNTR
Previous Post

Nestle Diminta Bantu Tingkatkan Produktivitas Peternak Sapi Perah

Next Post

PUPR Libatkan Stakeholders Internasional Menuju 10th World Water Forum 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR