Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) bakal mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (27/1/2023). Perseroan melakukan aksi korporasi ini melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial pubic offering (IPO).
Proses penawarannya berlangsung sejak 20-25 Januari 2023, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Januari 2023. Pada aksi korporasi ini LAJU melepas saham ke publik sebanyak 700 juta lembar bernilai nominal Rp25 per saham atau setara 32,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Manajemen LAJU menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek dalam proses IPO. Dengan harga penawaran senilai Rp100 per saham, sehingga dana segar yang bisa dihimpun mencapai Rp70 miliar.
Masa penjatahan saham akan dilakukan pada 25 Januari 2023, pendistribusian saham secara elektronik pada 26 Januari 2023 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Januari 2023.
Selain melakukan IPO, LAJU juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 140 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan, dengan nilai nominal Rp25 per waran atau setara dengan 9,66 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO.
Setiap pemegang 5 saham baru berhak memperoleh 1 waran, sedangkan setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru LAJU, dengan harga pelaksanaan Rp175 per lembar. Sehingga, total dana yang akan dihimpun sebesar Rp24,5 miliar.
Rencananya, sebesar 38,22 persen dana hasil IPO –setelah dikurangi biaya-biaya emisi – akan digunakan untuk belanja modal, sedangkan sebesar 61,78 akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.
Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I –jika dilaksanakan oleh pemegang waran– maka seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja LAJU, yaitu untuk biaya operasional, penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), penambahan teknologi, perbaikan dan pemeliharaan, serta pemasaran.
Gandeng Alfamidi
Respon positif investor dalam IPO ini, tak lepas dari posisi LAJU yang menggandeng PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sebagai pemilik peritel Alfamidi. Hal ini pun bakal berdampak positif lantaran adanya momentum peningkatan konsumsi rumah tangga.
Menurut Direktur Utama LAJU, James Budiarto Tjandrakesuma, LAJU sebagai perusahaan layanan logistik terintegrasi, pada 2010 ditunjuk sebagai mitra logistik bagi MIDI. Sehingga, perseroan menjadi perusahaan pihak ketiga (3PL) pertama yang menyediakan jasa logistik bagi peritel skala nasional.
Dalam prakteknya, LAJU akan memberikan layanan kepada pelanggan (khususnya B2B) semua fasilitas penunjang (angkutan, pengemudi, jasa pengelolaan pengiriman dan pergudangan) yang didedikasikan secara khusus kepada satu pelanggan di satu lokasi.
Sebagai contoh, ketika LAJU memberikan jasa logistik untuk MIDI di salah satu lokasi, maka perseroan tidak melakukan sharing resources di lokasi tersebut dengan pelanggan lain. “Sehingga, hal ini tidak memiliki risiko overlapping atau masa tunggu kendaraan maupun pengemudi yang bisa membuat tidak optimalnya utilisasi aset dan sumber daya manusia,” tutur dia, seperti dalam keterangan resmi yang diterima media, dikutip Kamis (26/1/2023).
James menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian situasi global, pada tahun ini Indonesia tetap memiliki peluang yang lebih baik ketimbang banyak negara lain. Terlebih lagi IMF memprediksi sepertiga negara dunia terancam masuk jurang krisis, namun Indonesia mempunyai kekuatan pertumbuhan pada komponen konsumsi rumah tangga.
Per Kuartal III-2022, konsumsi rumah tangga berkontribusi hingga 50 persen terhadap PDB, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5,4 persen (year-on-year). Adapun pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2022 sebesar 5,72 persen (y-o-y).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut sejalan dengan beberapa indikator konsumsi masyarakat, termasuk rata-rata Indeks Penjualan Riil yang bertumbuh 5,5 persen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2022 sebesar 119,9 atau lebih tinggi dibandingkan 119,1 pada November 2022.
Sepanjang tahun lalu, data BPS menunjukkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan terus bergeliat. Pada Kuartal I-2022 bertumbuh 15,79 persen (y-o-y), Kuartal II-2022 bertumbuh 18.53 persen dan pada Kuartal III-2022 bertumbuh hingga 25,81 persen.
Mengacu pada data tersebut, ungkap James, penerapan digitalisasi logistik mutlak untuk dilakukan, agar mampu meningkatkan efektivitas layanan, menurunkan lost sales dan efisiensi biaya.
“Belum lama ini, kami merambah jasa distribusi untuk Industri e-commerce dengan melayani salah satu pemain penting di industri ini, yaitu SIRCLO yang juga membawahi e-commerce Warung Pintar,” kata James.
“Dan selama tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan perseroan sebesar 30% dan akan terus meningkat karena adanya pemulihan aktivitas masyarakat. Apalagi konsumsi ritel di tahun ini juga kian naik, setelah pemerintah mencabut kebijakan PPKM,” pungkas dia.
