Jakarta, TopBusiness – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus membenarkan telah terjadi kecelakaan di area kerja migas (migas) KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama ( KKKS) PT Bumi Siak Pusako (BSP). Satu meninggal, tiga orang luka ringan.
“Betul telah terjadi kecelakaan pada Kamis, 26 Januari 2023, saat kegiatan pemeliharaan dan pemanfaatan aset pada fasilitas pipa yang berada di area sumur yang sudah tidak aktif,” ujar Kepala SKK Migas Sumbagut, Riky Rahmat Firdaus, melalui Kepala Departemen Humas SKK Sumbagut, Yanin Kholison, kepada Riausatu.com, sesuai dengan kutipan.
Menurutnya, kejadian tersebut bukanlah ledakan sumur seperti yang ramai dikunjungi, melainkan terjadi di area fasilitas pipa yang sudah tidak dipakai lagi yang berada di area sumur Bekasap 02.
“Dilaporkan total empat korban, bukan lima orang. Tiga korban luka ringan dan satu meninggal setelah mendapat perawatan di RS Awal Bros. Seluruh korban, alhamdulillah sudah ditangani dengan baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, mitra kerja PT BSP yakni PT Daya Tama Pola Nusa, saat itu sedang melakukan pekerjaan rutin pemeliharaan fasilitas dan penggunaan aset.
Pada area tersebut, ditambah, terdapat fasilitas pipa dam valve yang tidak digunakan dan dapat dimanfaatkan. Kejadian pada saat mau dibuka valve yang tersambung dengan pipa tersebut, masih ada gas/hydrocarbon yang masih terperangkap di dalam pipa tersebut.
“Saat ini sedang dilakukan proses pengecekan dan investigasi detail penyebab kejadian. SKK Migas Sumbagut dan PT BSP terus memantau perkembangan lebih lanjut hingga dengan hasil investigasi yang diperoleh pihak pihak,” demikian SKK Migas Sumbagut.
