Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Tirta Uli (Perumda Tirta Uli) sebagai Perusahaan Umum Daerah yang bergerak di bidang pelayanan air minum Kota Pematang Siantar, mencatatkan kinerja yang mumpuni. Hal ini karena perusahaan catatkan kenaikan kinerja secara yoy. Baik itu cakupan pelayanan, laba maupun besaran deviden.
Dalam cakupan pelayanan misalnya, terdapat peningkatan sebesar 1,77%. Hal ini karena pada tahun 2020 dicatat sebesar 95,71% dan naik menjadi 97,48% pada tahun 2021. Laba juga naik signifikan. Jika pada tahun 2020 laba tercatat sebesar Rp 1.038.899.525, maka pada tahun 2021 naik menjadi Rp 1.468.222.704. Ada kenaikan laba setelah pajak sebesar Rp 429.323.179.
Sementara itu untuk dividen/Pendapatan Asli Daerah, perusahaan juga mencatatkan adanya kenaikan. Jika pada tahun 2020, dividen ke Pemerintah Kota Pematang Siantar sebesar Rp. 300 juta, pada tahun 2022 naik menjadi Rp 500 juta.
Strategi Bisnis, Inovasi dan Terobosan
Menurut Direktur Utama Perumda Tirta Uli Zulkifli Lubis dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023, kenaikan kinerja tersebut berkat dilaksanakannya strategi bisnis, inovasi maupun terobosan secara tepat dan terukur. Puncaknya adanya kenaikan kinerja sesuai target perusahaan.
Pada strategi bisnis, ada 7 strategi bisnis yang telah dilaksanakan Perumda Tirta Uli hingga saat ini. Ketujuh strategi bisnis tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama. Penambahan Sambungan Rumah (SR). Kedua. Pemenuhan tarif Full Cost Recovery (FCR). Ketiga. Meningkatan Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas air distribusi. Keempat. Optimalisasi Jaringan Perpipaan Transmisi/ Distribusi. Kelima. Menurunan Tingkat Kehilangan Air. Keenam. Meningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ketujuh. Meningkatkan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
Untuk inovasi, setidaknya ada dua inovasi yang telah dilaksanakan. Misalnya saja adalah: memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek Uli yang menjadi AMDK “pelat merah” yang digunakan oleh seluruh instansi di Kota Pematang Siantar. Selain itu membagi kinerja Perusahaan sesuai kinerja Kemendagri dan PUPR kepada Bahagian terkait dan melakukan evaluasi setiap bulannya.
Sementara itu untuk terobosan, perusahaan dicatat melakukan MoU dengan Perumda Kota Malang dalam melakukan pelatihan dan pendampingan pengembangan teknologi. Pelatihan dan pendampingan ini dilakukan agar Perumda Tirta Uli semakin efisien dan sehat.
Manfaatkan Teknologi
Selain ketiga hal tersebut, menurut Zulkifli Lubis kembali, kenaikan kinerja perusahaan juga didukung adanya pemanfaatan teknologi. Banyak pemanfaatan teknologi yang telah dilaksanakan hingga saat ini. Misalnya saja, menghadirkan Aplikasi Akuntansi, Pergudangan dan Kas. Selain itu juga menghadirkan Call Center, Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg), Aplikasi Pencatatan Meter berbasis Android, Pembayaran Rekening Air On line, dan Aplikasi Jaringan Perpipaan berbasis Q-GIS.
Tidak berlebihan jika Perumda Tirta Uli pantas menjadi percontohan bagi BUMD lain. Terlebih Perumda Tirta Uli memiliki kinerja yang terus meningkat walaupun belum FCR. Selain itu mempunyai AMDK yang menjamin mampu memproduksi air layak langsung diminum.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
