Jakarta, TopBusiness—BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) Jam Gadang (Bukit Tinggi, Sumatera Barat), pada saat ini terus mengintensifkan penyaluran Tabungan Utsman. Ini merupakan produk yang mengombinasikan tabungan dengan pinjaman untuk pedagang kecil atau pun UMKM di Bukit Tinggi.
“Tabungan Utsman sebenarnya merupakan pengembangan dari Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah). Dan tabungan tersebut kami luncurkan untuk memberantas kiprah para rentenir,” kata Direktur Utama BPRS Jam Gadang, Feri Irawan hari ini, dalam presentasi melalui jaringan internet, kepada Dewan Juri Top BUMD Awards 2023.
Feri merinci pencapaian penyaluran Tabungan Utsman pada tahun 2022. Per Desember 2022, jumlah debitur produk keuangan tersebut sudah sebanyak 1.956.
“Sementara, berdasarkan data resmi, jumlah UMKM di Bukit Tinggi di 5.000-an. Jadi dalam waktu singkat, kami sudah mencapai jumlah debitur yang cukup signifikan dari total jumlah UMKM,” Ferry menjelaskan.
Adapun nilai pinjaman yang disalurkan untuk tahun 2022 dari produk tersebut, sebesar Rp14,51 miliar. Serapan subsidi dari situ sebanyak Rp2,57 miliar.
Dalam hal itu, Pemerintah Kota Bukit Tinggi memberikan subsidi margin keuntungan bagi BPRS Jam Gadang. Dengan subsidi tersebut, saat nasabah meminjam Rp10 juta, maka pengembaliannya pun sebesar Rp10 juta.
“Para nasabah tersebut,” Feri menjelaskan lagi, “mengembalikan pinjaman dengan cara memasukkannya ke tabungan untuk sebagian. Jadi di sini, kami pun mengedukasi untuk menabung.”
Per akhir Desember 2022, tidak ada nasabah Tabungan Utsman yang terkena kredit macet. “Padahal, kalau ada subsidi, biasanya rawan kredit macet, bukan?” Feri beretorika.
Ia pun menjelaskan bahwa kini Tabungan Utsman telah menarik perhatian sejumlah kalangan, termasuk mereka yang berasal dari propinsi lain. Dalam hal itu, selain ada BUMD Sumatera Barat yang memelajari skema tabungan tersebut, ada juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang memelajari. Itu antara lain Pemkab dari Bengkulu dan Riau.
Selanjutnya, pada presentasi itu, Feri menjelaskan kinerja BPRS Jam Gadang tahun 2022. Laba yang didapatkan sebesar Rp1,45 miliar. Angka ini di atas target yang sebesar Rp1,40 miliar. NPF neto di 0,03%. Kemudian, BOPO di 80,60%; RoA di 2,44%; cash ratio di 18,45%.
BPRS Jam Gadang pun terus menggelar strategi memerluas basis dana deposan. Saat ini, deposan bank tersebut tidak hanya masyarakat Bukit Tinggi, tetapi juga dari kawasan lain. Dalam hal ini, BPRS Jam Gadang bekerja sama dengan fintech.
“Sementara, skor GCG kami di 1,14 atau berarti ‘sangat baik’,” kata dia.
