Jakarta, TopBusiness – Banyak kinerja positif yang ditorehkan PT Pengembangan Investasi Riau (PT PIR ) hingga saat ini. Sebut saja misalnya PT PIR termasuk BUMD yang berstatus “Sehat” di Provinsi Riau. Selain itu, PT PIR mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik sejak tahun 2017 hingga 2019.
PT PIR juga dicatat berhasil melaksanakan perubahan serta penambahan SOP yang ada di perusahaan, sehingga meningkatkan pendapatan perusahaan dan adanya keteraturan dalam pekerjaan tiap individu karyawan. Terakhir, PT PIR berhasil mendapat penghargaan juara 1 dari tahun 2017 hingga 2018 dari Komisi Informasi Provinsi Riau untuk keterbukaan informasi pada BUMD di seluruh Provinsi Riau dan menjadi satu-satunya BUMD di Indonesia yang berhasil dalam menjalankan usaha Pertambangan Batubara.
Menurut Direktur Utama PT Pengembangan Investasi Riau Adel Gunawan dalam penjurian TOP BUMD 2023, semua raihan positif tersebut tidak lepas dari keberhasilan program inovasi secara berkelanjutan yang telah dilaksanakan perusahaan. Baik itu program inovasi guna mendukung bisnis, maupun program inovasi perbaikan sistem.
Inovasi Mendukung Bisnis PT PIR
Dalam program inovasi mendukung bisnis misalnya, PT PIR dicatat bekerjasama dengan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas ESDM Provinsi Riau dalam penyediaan perlengkapan Kesehatan seperti Masker dan Obat-Obatan, yang disalurkan ke beberapa daerah di Provinsi Riau dalam zona merah Covid-19 dan ke Masyarakat sekitar proyek PT PIR.
Selain itu, PT PIR meningkatkan layanan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui bantuan pengembangan untuk kegiatan UMKM yang terdampak Covid-19, serta perencanaan dalam memberikan pelatihan pemanfaatan digitalisasi untuk penjualan produk UMKM.
Inovasi Perbaikan Sistem
Sementara itu pada inovasi perbaikan sistem, PT PIR dicatat setidaknya melaksanakan 3 inovasi. Pertama. Melakukan penambahan SOP yang belum dimiliki perusahaan serta merubah beberapa SOP berdasarkan situasi kondisi yang ada saat ini. Dengan adanya SOP baru maupun revisi yang dilakukan, dicatat mampu membantu karyawan menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, meningkatkan akuntabilitas, standarisasi menyelesaikan pekerjaan, mengurangi kesalahan dan kelalaian, dan menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas.
Kedua. Melakukan beberapa perubahan perjanjian dalam Kerjasama proyek, khususnya pada Kerjasama Jasa Penambangan dan Penjualan Batubara. Upaya perubahan perjanjian kerjasama ini, dilakukan untuk meminimalisir konflik dan management resiko serta meningkatkan pendapatan.
Ketiga. Mengakomodir kebutuhan pembeli batubara, seperti menyediakan batubara dengan spesifikasi lebih tinggi (Blending High Calory). Inovasi ini membuat peluang pasar perusahaan menjadi lebih terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan industri yang ada.
Hadirkan Kontribusi BUMD
Menurut Adel Gunawan kembali, dengan keberhasilan menghadirkan kinerja positif, PT PIR juga dicatat berhasil menghadirkan kontribusi bagi Pemda dan Pembangunan Daerah. Setidaknya ada 6 kontribusi yang telah dihadirkan perusahaan.
Pertama. Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Riau. PT PIR dicatat menghadirkan kontribusi berfluktuasi dari tahun ke tahun, dimana secara rata-rata yaitu 0.09%, kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu 0.22% sedangkan kontribusi terendah terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 0.03%.
Kedua. Menyediakan kebutuhan listrik untuk Kota Pekanbaru melalui anak usaha PT Riau Power sebesar 30 MW. Ketiga. Menjalankan penyeberangan Kapal Motor Penumpang (KMP) untuk menghubungkan Riau Daratan dan Kepulauan Meranti. Keempat. Memenuhi kebutuhan batubara untuk industri yang ada di Provinsi Riau.
Kelima. Menyediakan kebutuhan ketahanan pangan di Provinsi Riau melalui anak usaha PT Riau Multi Trade yaitu berupa Beras Riau (Riau Rice) yang diambil langsung dari sawah yang ada di Provinsi Riau. Terakhir. Mempekerjakan 100% masyarakat lokal untuk usaha dan anak usaha PT PIR.
Tidak berlebihan jika visi perusahaan, yaitu menjadi salah satu lokomotif pembangunan Riau menuju VISI RIAU 2025, akan segera terpenuhi.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
