Jakarta, TopBusiness—Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) Riau terus melakukan inovasi bisnis. Ada sejumlah contoh untuk hal itu.
“Salah satu inovasi bisnis kami, adalah kerja sama dengan agen mikro di delapan kantor cabang,” kata Direktur Utama PER Riau, Ganesya Varandra, hari ini, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Agen mikro tersebut adalah debitur-debitur yang sudah teruji dalam berbagai aspek.
Contoh inovasi lainnya adalah pemasaran digital. Di sini, permohonan kredit bisa diajukan melalui internet. “Untuk produk syariah, kami pun akan mengembangkannya dengan berbasis TI,” Ganesya menambahkan.
Ganesya pun menjelaskan beberapa kekuatan PER Riau. Yakni bahwa BUMD tersebut punya hubungan erat dengan masyarakat, merespons perubahan bisnis dengan cepat, dan lain-lain.
Dalam bisnisnya, PER Riau juga didukung oleh tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik di Propinsi Riau, banyaknya UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang bisa menjadi pasar pembiayaan syariah, dan lain-lain.
Ia pada presentasi tersebut menjelaskan sejumlah pencapaian kinerja keuangan PER Riau. Laba bersih diperkirakan di Rp2,51 miliar sementara targetnya Rp2,45 miliar.
Aset di Rp91,64 miliar. Outstanding kredit di Rp63,42 miliar. Untuk ekuitas, sebesar Rp88,50 miliar di akhir 2022.
“Angka-angka tersebut merupakan yang belum diaudit,” kata dia.
Sementara, tingkat kesehatan PER Riau, pada saat ini, di rating AA atau ‘sehat’.
Saat ini, mayoritas debitur PER Riau atau sekitar 90%, adalah petani karet dan petani sawit. “Sementara, per akhir 2022, jumlah debitur kami di 1.400-an,” Ganesya menjelaskan.
