Jakarta, TopBusiness – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan, PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, telah menjamin kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan perbankan hingga Rp 616,11 triliun dengan 18,3 juta debitur.
Selain menjamin KUR, Askrindo juga menjamin penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 25,4 triliun dengan 40,9 ribu debitur.
Direktur Operasional Askrindo Erwan Djoko Hermawan menjelaskan, segmentasi KUR yang dijamin oleh Askrindo di berbagai sektor. Mulai dari sektor perdagangan sebesar 42,2 persen, pertanian & kehutanan 33,1 persen, jasa dan sektor lainnya 11,8 persen. Lalu, industri kecil 8,3 persen, penyediaan akomodasi 2,8 persen, perikanan dan kelautan 1,6 persen dan konstruksi 0,2 persen.
“Dengan adanya Permenko Ekonomi No 1, No. 2, dan No.3 Tahun 2023 yang mengharapkan debitur KUR dapat naik kelas, maka Askrindo tetap memberikan dukungan melalui Asuransi Kredit Kecil Produktif,” kata Erwan dalam Media Briefing di Jakarta, seperti dikutip, Jumat (17/2/2023).
Selaras dengan pengembangan penjaminan UMKM ini, Askrindo melaksanakan kegiatan yang sifatnya edukasi dan literasi. Utamanya melalui program pendampingan dan pembinaan para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Askrindo saat ini juga meningkatkan pelayanan dalam Asuransi Kredit Menengah, Asuransi Umum, Suretyship, Kontra Bank Garansi, Asuransi Kredit Perdagangan untuk mendukung peningkatan perekonomian secara luas,” tutur Erwan.
Askrindo sebagai Perusahaan Penjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditugaskan oleh Pemerintah berperan memudahkan akses permodalan dalam pengajuan kredit perbankan.
Dalam hal ini Askrindo melaksanakan penjaminan tersebut secara fokus, tercatat dalam tahun 2022 menyerap penjaminan KUR sebesar Rp 164 Triliun atau mencapai 104 perse dari target dengan jumlah 4,8 juta pelaku usaha UMKM.
