Jakarta, TopBusiness – Presiden Joko Widodo mengajak industri otomotif nasional untuk ke depan lebih berorientasi ekspor. Ini karena penjualan mobil dan motor di dalam negeri yang sudah meningkat pesat.
“Industri otomotif kita terus mengalami tren yang positif. Pada tahun 2022 kemarin penjualan mobil naik 18 persen menjadi 1,08 juta unit,” kata Jokowi, di JIExpo Kemayoran, saat peresmian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang dikutip, Jumat (17/2/2023).
Pasar motor Indonesia, kata Jokowi, memperlihatkan kenaikan yang sangat menjanjikan. “Sepeda motor juga naik 33 persen di angka 5,2 juta unit di tahun 2022. Luar biasa,” lanjut dia.
Peningkatan pada industri otomotif, sebut Jokowi, bukan tanpa risiko. Dia menuturkan keprihatinan terhadap kondisi jalanan yang setiap harinya padat merayap.
“Sekarang macet di mana-mana. Jakarta macet, Bandung macet. Surabaya macet. Bahkan Medan juga macet. Penjualan kendaraan mobil yang menyentuh satu juta unit dan motor lima juta unit angka yang sangat besar sekali,” paparnya.
Untuk itu, Jokowi meminta industri otomotif untuk terus meningkatkan porsi ekspornya. Ekspor mobil industri otomotif nasional terus meningkat dari 300 ribu pada 2021 menjadi hampir 600 ribu unit. “Saya ucapkan terima kasih ke industri otomotif nasional yang sudah meningkatkan ekspornya hampir 100 persen,” tutur dia.
Tapi, kata Jokowi, ekspor mobil Indonesia masih kalah dengan Thailand, sehingga pemerintah ingin lebih mendorong lagi ekspor mobil sehingga bisa meningkat setiap tahunnya.
Dalam sambutannya, Jokowi juga mengingatkan bahwa tren dunia saat ini mengarah pada penggunaan mobil listrik. Presiden mengajak industri otomotif dalam negeri untuk melihat tren ini.
“Jadi sedikit demi sedikit untuk menggeser industrinya ke arah itu. Pemerintah sekarang ini terus mendorong agar dari hulu hingga hilir, eksosistem besar mobil listrik ini sudah berjalan sehingga kita bisa masuk ke supply chain global,” ujar Jokowi.
