Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK WonogirI (Perseroda) terus menunjukkan kinerja bisnis dan layanan yang mumpuni di tengah persaingan usaha badan perkreditan rakyat (BPR) yang semakin ketat di daerah.
Sebagai bank daerah, BPR BKK Wonogiri termasuk BPR yang istimewa karena memiliki aset lebih dari setengah triliun rupiah, tepatnya Rp 590,95 miliar per akhir 2022.
Dengan aset sebesar itu, bank milik Pemerintah Kabupaten Wonogiri ini pun memiliki tanggung jawab besar sesuai tujuan didirikannya BPR BKK Wonogiri, yakni: memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah.
Selain itu, memperluas akses keuangan kepada masyarakat; mendorong pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah yang efektif, efisien, dan berdaya guna sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tujuan selanjutnya, melaksanakan BPR dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik; dan terakhir memperoleh laba atau keuntungan.
Hal dikemukakan Sarti, direktur utama BPR BKK Wonogiri dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Jumat (17/2/2023).
Lantas bagaimana dengan pencapaian atas target kinerja sesuai tujuan pendirian BPR ini? Berdasarkan data per akhir Desember 2022, BPR BKK Wonogiri telah membiayai nasabah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebanyak 4.527 dengan total pembiayaan Rp 20,74 miliar
Rinciannya, sejumlah 2.786 nasabah Kredit Mentari, baki debet Rp 1,87 miliar dengan suku bunga 3 persen per tahun. Selain itu, sebanyak 1.741 nasabah Kredit Mikro, baki debet Rp 29,61 miliar dengan suku bunga 9 persen per tahun. Per akhir Desember 2022, total kredit UMKM BPR BKK Wonogiri mencapai 64,48 persen.
Selain membantu pembiayaan UMKM, menurut Sarti, BPR BKK Wonogiri juga rajin memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku pemegang saham. Dalam dua tahun terakhir, setoran PAD dari BPR BKK Wonogiri meningkat dari Rp 4,44 miliar menjadi Rp 5,51 miliar.
Belum lagi kontribusi lainnya misalnya melalui kegiatan CSR Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPR BKK Wonogiri turut berperan dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri.
Kinerja Bisnis
Beragam kontribusi yang diberikan BPR BKK Wonogiri terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Wonogiri ini berkat kinerja bisnis yang cukup baik selama ini. Aset bank tumbuh 4 persen dari Rp 565,84 miliar pada 2021 menjadi Rp 590,95 miliar pada 2022.
Demikian juga kredit yang disalurkan meningkat 6,79 persen dari Rp 468,76 miliar menjadi Rp 500,59 miliar. Sementara itu, pendapatan naik 9 persen dari Rp 71,34 miliar menjadi Rp 77,76 miliar. Biaya ada sedikit kenaikan 5,9 persen dari Rp 58,9 miliar menjadi Rp 62,47 miliar pada 2022. Kinerja prima BPR BKK Wonogiri ditunjukkan dari kenaikan laba sebelum pajak sebesar 23,76 persen dari Rp 12,35 miliar pada 2021 menjadi Rp 15,29 miliar pada 2022.
Dari sisi tingkat kesehatan bank, BPR BKK Wonogiri juga termasuk kategori BPR yang kuat dan sehat. Pada 2022, CAR BPR ini meningkat jadi 21,32 dibandingkan 17,72 pada 2021. Modal Inti bank juga meningkat dari 16,99 pada 2021 menjadi 20,51 pada 2022. Tingkat NPL gros BPR BKK Wonogiri membaik dari 5,08 menjadi 4,52. NIM bank naik dari 8,88 menjadi 10,18, sedangkan BOPO turun dari 82,79 pada 2021 menjadi 80,05. Cash ratio pada 2022 berada di angka 6,93 dan LDR sebesar 97,35.
Kinerja bisnis BPR BKK Wonogiri yang mumpuni tersebut tak lepas dari berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan manajemen. Pertama adalah inovasi produk di bidang kredit. BPR BKK Wonogiri memiliki Kredit Mentari yang merupakan gagasan dari Bupati Wonogiri.
“Produk ini bertujuan untuk mengentaskan masyarakat dari jeratan rentenir serta para pedagang pasar oprokan, kuli panggul, tukang parkir dan lainnya,” kata Sarti.
Produk andalan lainnya adalah Kredit KMB (Kredit Mikro BKK) yang merupakan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah dengan sasaran para pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif.
Selanjutnya adalah inovasi di bidang dana. BPR BKK Wonogiri memiliki Tabungan Simpel Ayah Sukses (Simpanan Pelajar Anak Yatim Mberkahi Sukses), yaitu pengembangan dari tabungan pelajar yang diperuntukkan bagi anak yatim dan atau piatu di mana saldo awal simpanan ini dibukakan dari dana CSR perusahaan dan selanjutnya diteruskan oleh orang tua asuh sebagai donatur tetap setiap bulan.
Ada pula Tabungan TAMADES MAPAN, yaitu produk tabungan di mana nasabah membayar sejumlah dana tertentu dengan jangka waktu yang telah ditentukan dan uang yang dikumpulkan dari nasabah baru dapat ditarik pada akhir periode/saat tanggal jatuh tempo.
Pengelolaan SDM
Terkait pengelolaan SDM, BPR BKK Wonogiri menerapkan sistem mutasi pegawai yang konsisten guna mencegah terjadinya tindak kejahatan perbankan, menciptakan iklim kerja yang sehat dan harmonis sehingga kinerja dapat optimal.
“Promosi secara berjenjang bagi pegawai dengan memperhatikan masa kerja, kecakapan yang dimiliki, potensi diri dan telah memenuhi syarat sesuai kebijakan dan ketentuan perusahaan untuk menduduki jabatan tertentu,” kata Sarti.
Selain itu, kompetensi pegawai senantiasa ditingkatkan dengan mengikutsertakan dalam pelatihan dan pendidikan guna menunjang profesionalitas dan kualitas SDM.
Untuk dapat diangkat menjadi Direksi dan Dewan Komisaris BPR BKK Wonogiri, mereka harus memiliki kompetensi direksi dan dewan komisaris yang dibuktikan dengan sertifikat Kompetensi Direksi dan Dewan Komisaris. “Termasuk juga harus lulus dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan yang dilaksanakan oleh OJK,” tutur Sarti.
BPR BKK Wonogiri juga telah memiliki kebijakan internal terkait reward dan punishment pegawai. Pemberian reward dan punishment tersebut berdasarkan pencapaian target kinerja di setiap kantor operasional.
“Dengan adanya kebijakan reward dan punishment akan lebih meningkatkan optimalisasi kinerja masing-masing pegawai sehingga target yang telah telah ditetapkan dapat tercapai bahkan melampaui,” ujar dia.
Berdasarkan skor penilaian GCG, menurut Sarti, nilai komposit BPR BKK Wonogiri mencapai 1,8 atau peringkat komposit 2 dengan predikat komposit “BAIK”.
Di samping itu, survei kepuasan masyarakat tahun 2022 dengan nilai IKM unit pelayanan sebesar 88,32 atau Kategori “SANGAT BAIK”.
“Hal ini membuktikan bahwa pelayanan BPR BKK Wonogiri telah memenuhi semua unsur pelayanan, yaitu persyaratan, prosedur, waktu penyelesaian, kedisiplinan tugas, produk spesifikasi jenis, kompentensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, sarana dan prasarana serta tanggung jawab petugas pelayanan,” kata Sarti.
Manfaatkan TI
Performa BPR BKK Wonogiri juga ditunjang oleh pemanfaatan berbagai solusi teknologi informasi (TI) di bank BUMD ini. Pertama adalah Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) yang merupakan aplikasi internal sebagai database penyimpanan data pegawai terkait data pribadi dan riwayat kerja yang berguna untuk memudahkan dalam proses pengkinian/pembaharuan data serta menyajikan data pegawai lebih akurat.
BPR BKK Wonogiri juga memiliki Sistem Kehadiran Pegawai (BPR SIKAP) yang merupakan aplikasi pencatatan kehadiran dan kepulangan pegawai secara online, melalui handphone masing-masing, guna meningkatkan kedisiplinan pegawai.
“Kami juga memiliki IBS Branchless. Ini adalah layanan penghimpunan tabungan secara digital sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada nasabah, mewujudkan asas transparansi dan akuntabilitas, serta mencegah terjadinya fraud,” papar Sarti.
Ada pula Aplikasi Pengajuan Online (APOL) yang merupakan sistem informasi pengajuan, setoran dan penarikan tabungan secara online. Sistem Informasi ini memudahkan nasabah untuk membuka rekening dalam genggaman menggunakan handphone.
