Jakarta, TopBusiness – Banyak inovasi bisnis yang dihadirkan PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang (Perseroda), sebagai BPRS satu-satunya di wilayah Kabupaten Sampang. Sebut saja misalnya: Mobile Banking, Absensi dan Sistem Penggajian Online, ATM Tanpa Kartu, Mobile Collection, Pembayaran Merchant melalui QR BAS Mobile, Sahabat UMKM, Pembiayaan KPR, dan terakhir Tabungan Prima Berhadiah.
Inovasi bisnis ini dihadirkan selain sebagai bentuk strategi bisnis juga untuk memperkuat kinerja bisnis yang ada. Menurut Direktur Utama PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang Syaifullah Asyik dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023, Kamis (9/2/2023), inovasi yang dihadirkan memiliki tujuan khusus.
Mobile Banking misalnya. Inovasi bisnis ini dihadirkan untuk mempermudah nasabah dalam bertransaksi perbankan. Absensi Penggajian Online dihadirkan untuk mengurangi penggunaan kertas paperless. ATM Tanpa Kartu dihadirkan karena memiliki kelebihan mudah dan lebih aman secure.
Sementara Mobile Collection dihadirkan untuk mencegah tindakan fraud yang dilakukan oleh petugas lapangan dalam collection dana. Pembayaran Merchant melalui QR BAS Mobile, sebagai inovasi bisnis untuk mempermudah nasabah dalam bertransaksi non tunai serta mengembangkan transaksi transaksi UMKM. Selain itu, Sahabat UMKM merupakan inovasi pembiayaan kepada UMKM tanpa agunan dengan Eqv Rate 5% per tahun.
Inovasi Pembiayaan KPR, merupakan inovasi pembiayaan untuk memfasilitasi ASN untuk memiliki Rumah dengan cicilan murah. Inovasi Tabungan Prima Berhadiah, merupakan inovasi tabungan berhadiah langsung di depan tanpa diundi.
Raih Pencapaian di Atas Target
Menurut Syaifullah Asyik, dengan inovasi yang dilakukan banyak kemudian ditorehkan pencapaian di atas target. Target sebagaimana target kinerja berdasar Perda atau Penugasan oleh Kepala Daerah. Baik itu target PAD, Pemulihan UMKM, Peningkatan Pelayanan, Digital Banking, dan Sinergi antar BUMD.
Dalam target PAD misalnya, Deviden 2022 dicatat sebesar 501 juta, sementara itu Deviden 2023 sebesar 1 milyar. Pada pemulihan UMKM, PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang (Bank Sampang) menghadirkan program Sahabat UMKM. Dalam program ini, dihadirkan plafond sebesar Rp 973.850.000. Sementara itu dalam Peningkatan Pelayanan, Bank Sampang dicatat telah memiliki 1 Kantor Pusat, 6 Kantor Kas, 3 Payment Point, 1 Kas Keliling, dan 81 Crew.
Pada Digital Banking, Bank Sampang dicatat menghadirkan Sampang Pay, Mobile Banking, Mobile Collection, Tranfer In & Out, PPOB E Wallet. Dan pada Sinergi antar BUMD, Bank Sampang dicatat telah berhasil bersinergi aktif dengan Mal PP, PDAM Trunojoyo, RSUD dr Mohammad Zyn, dan PT. SSS.
Kontribusi bagi Pemda dan Pembangunan Daerah
Menurut Syaifullah Asyik kembali, dengan keberhasilan meraih pencapaian di atas target, Bank Sampang kemudian mampu menghadirkan kontribusi bagi Pemda dan Pembangunan Daerah. Beberapa kontribusi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama. Bank Sampang dicatat telah menyetor PAD sejak tahun 2010 sebesar Rp 10,70 miliar.
Kedua. Ikut berperan dalam pemulihan ekonomi akibat Covid 19 di Kabupaten Sampang. Ketiga. Dengan telah hadirnya Sampang Pay aplikasi pembayaran seluruh retribusi Kabupaten Sampang secara non tunai, Bank Sampang berperan serta mengantisipasi penyelewangan petugas terkait dengan pungutan liar. Keempat. Bank Sampang menjadi bank penyalur Dana Desa, Bantuan Langsung Tunai DD, Bansos DBHCHT, Bansos Guru Ngaji Beasiswa dan Bansos Lainnya.
“Bank Sampang juga memberi kontribusi pembangunan atas program CSR yang telah dilakukan. Hal ini karena Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sampang digunakan untuk pengembangan pembangunan Taman Kota, Bedah Rumah, dan Penanaman Bibit Mangrove,” pungkas Syaifullah Asyik.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
