Jakarta, TopBusiness—BPR Nusa Tenggara Barat (BPR NTB) di tahun 2022 menyalurkan kredit senilai Rp584,29 miliar. Yang terbesar adalah di kredit modal kerja.
“Ini memang bentuk strategi kami untuk lebih banyak ke kredit produktif ketimbang kredit konsumtif,” kata Direktur Kepatuhan BPR NTB, Zulkifli Hamdani, dalam presentasi melalui Zoom untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga (27/2/2023).
Zulkifli menjelaskan bahwa, dengan fokus ke kredit produktif tersebut, BPR NTB pun berarti banyak menyalurkan kredit ke pengusaha UMKM, dibandingkan menyalurkan kredit konsumtif.
“Salah satu misi kami adalah pengembangan UMKM untuk mendorong perekonomian daerah,” Zulkifli menegaskan.
Dalam presentasi tersebut, Zulkifli pun menjelaskan sejumlah pencapaian kinerja keuangan BPR NTB. Antara lain, dijelaskannya bahwa laba untuk tahun 2022 senilai Rp26,19 miliar. Angka ini melebihi target yang di Rp22 miliar.
Total aset di tahun 2022 sebesar Rp881,97 miliar.
Rasio CAR di tahun tersebut, Zulkifli menambahkan, di 50,22% atau ‘sehat’. Sedangkan rasio LDR di 96,75% atau ‘cukup sehat’.
Untuk NPL netto di tahun tersebut, di 6,69% atau ‘kurang sehat’. Untuk NPL gross ada di 10,32% atau ‘tidak sehat’. “NPL gross kami semula 14% akibat penggabungan beberapa BPR menjadi BPR NTB ini. Dan kini membaik menjadi 10.32%. Kami masih terus menurunkan angka tersebut,” papar Zulkifli.
Untuk RoA, kata Zulkifli lagi, di 3,94% atau ‘sehat’. Sedangkan RoE di 11,31% atau ‘cukup sehat’.
Adapun untuk modal dasar BPR NTB kini di Rp500 miliar.
Kemudian, Zulkifli menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang dalam proses menjadi perseroda, dan tinggal menunggu persetujuan dari OJK.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional BPR NTB, Usman, menjelaskan bahwa BPR tersebut akan bertransformasi menjadi BPR syariah. Bila telah menjadi BPR Syariah, bank tersebut akan berperan sebagai BPR syariah yang fokus di kredit untuk UMKM di seluruh Propinsi NTB.
“Hal inilah nantinya yang membedakan kami dengan bank umum,” Usman berkata.
