Jakarta, TopBusiness—Saat dampak Covid-19 terjadi di Indonesia atau pun secara global, BPR Cianjur Jabar tetap bertahan. Serta tetap mendapatkan laba.
“Kami pun tidak mengadakan PHK (pemutusan hubungan kerja) ke karyawan,” kata Direktur Utama BPR Cianjur, H. Subadri, dalam presentasi via internet untuk Dewan Juri Top BUMD 2023 (6/3/2023).
Subadri, pada presentasi tersebut, juga menjelaskan bahwa untuk tahun 2022, BPR Cianjur berkinerja sehat. “Tingkat komposit kami di ‘sehat’ untuk tahun 2022,” Subadri menegaskan.
Adapun untuk tahun 2020 dan 2021 pun tingkat komposit tersebut di status ‘sehat’ juga.
Aset BPR Cianjur di akhir tahun 2022 senilai Rp153 miliar. Nilai tersebut sesuai dengan peta bisnis perusahaan yang menetapkan bahwa di 2018-2022, nilai aset sudah melebihi Rp150 miliar.
“Maka, nilai aset Rp153 miliar di tahun 2022, sesuai dengan target nilai aset di peta bisnis kami,” ia menjelaskan.
Nilai Rp153 miliar aser BPR Cianjur pada tahun 2022 tersebut, Subadri menambahkan, tumbuh 11,47% secara year on year atau tatkala dibandingkan dengan nilai yang sama di tahun 2021. “Pertumbuhan 11,47% tersebut lebih baik kalau dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan nasional,” ia menjelaskan.
Satu strategi BPR Cianjur untuk meredam dampak Covid-19 adalah dengan memindahkan porsi kredit produktif berbanding kredit konsumtif. Sebelum munculnya Covid-19, porsi kredit produktif sebesar 55% sementara kredit konsumtif di 45%.
Saat Covid-19, BPR Cianjur menyiasati dampak pandemi tersebut dengan lebih banyak memberikan kredit konsumtif. Sebelum adanya dampak Covid-19 yakni di 2020, kredit konsumtif di BPR Cianjur dalam tren menurun. Dan saat dampak Covid-19, BPR Cianjur mengintensifkan pemberian kredit tersebut.
Kemudian, Subadri pun dalam presentasinya, memaparkan sejumlah target BPR Cianjur untuk tahun 2030. Itu antara lain: unggul dalam produk, unggul dalam sistem TI (teknologi informasi), unggul dalam kualitas SDM. “Dalam hal ini, SDM kami berkarakter kompetitif dan berintegritas,” kata dia.
Top BUMD Awards 2023 merupakan kegiatan corporate rating untuk BUMD (badan usaha milik daerah) se-Indonesia yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga. Di antara lembaga itu adalah Institut Otonomi Daerah, Lembaga Kajian Nawacita, Yayasan Pakem, SGL Management, Sinergi Daya Prima, Solusi Kinerja Bisnis, dan lain-lain.
